Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Selasa, 30 Desember 2014

Refleksi 25 Tahun : Menghargai Capaian, Memecut Semangat

Tulisan ini hanyalah bentuk penghargaan oleh saya, dari saya dan untuk saya, tiada maksud lain. Saya berpendapat, jika kita bisa menghargai hasil dan capaian yang telah kita peroleh, akan jadi makanan yang sangat baik untuk jiwa dan kematangan berpikir di tahun berikutnya. Semoga saya menjadi lebih arif dan bijaksana terhadap diri saya sendiri dulu. Semoga pula semua cerita dibawah ini mampu jadi pengingat dan pemecut semangat saya untuk dapat memperoleh capaian yang lebih baik di kemudian hari, amin.


Beasiswa Adalah Kebanggaan
Sebagai generasi muda yang tumbuh dewasa di era globalisasi, saya meyakini bahwa pendidikan adalah kunci menuju kesuksesan. Pendidikan adalah hal utama yang harus terus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Perjuangan tersebut saya buktikan dengan selalu meraih peringkat 3 besar di SMP, bahkan sukses menjadi juara umum, serta memperoleh beasiswa dari Bank Indonesia. Pada saat SMA, saya juga selalu berhasil meraih peringkat 3 besar, bahkan pada kelas 2 saya masuk dalam kelas unggulan. Perjuangan dan kesungguhan dalam belajar juga saya buktikan dengan menjadi penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) tahun 2008 dan Beasiswa  Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) tahun 2009, keduanya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Selain itu, tugas akhir saya di Politeknik Negeri Bandung dan Universitas Indonesia memperoleh nilai yang sangat memuaskan, bahkan penelitian saya di Politeknik Negeri Bandung memperoleh dukungan pendanaan dari kampus karena termasuk dalam lima besar penelitian terbaik.

Pernah Jago Lukis 
Selain prestasi di kegiatan belajar, saya juga membuktikan diri sukses di dunia seni lukis. Sewaktu SD, saya telah membawa pulang beberapa piala lomba melukis tingkat Kota Bengkulu. Pada masa SMA, saya lebih tertarik mengembangkan imajinasi saya di dunia teater. Kesuksesan saya di teater adalah saat saya mampu menjadi juara ke-1 lomba drama di sekolah, bahkan sempat meraih juara ke-3 tingkat Provinsi Jawa Barat.

Mengorganisir Organisasi
Dalam berorganisasi, sejak SD hingga SMP saya aktif di kepramukaan sekolah. Sewaktu SMP, ketertarikan saya terhadap ilmu pengetahuan alam juga saya wujudkan dengan aktif di kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Kegiatan berorganisasi saya semakin padat saat SMA, saat itu saya lolos menjadi anggota OSIS dan sukses menggelar acara besar seperti bazar dan Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni). Selain itu, saat SMA saya juga aktif di organisasi lingkungan hidup sekolah dan di majelis perwakilan kelas. Di samping itu, saya juga dipercaya memimpin organisasi Teater Ah, dan menjadi wakil ketua organisasi jurnalis sekolah yang ketika itu baru didirikan. Kegiatan berorganisasi saya teruskan saat masuk perguruan tinggi, saya kembali dipercaya menjadi Ketua Divisi Seni dan Budaya di Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatek). Saat memasuki dunia kerja, saya juga aktif di Serikat Karyawan Krakatau Steel (SKKS) sebagai pengurus SKKS Unit Jakarta. Besar dalam organisasi membuat saya percaya bahwa tujuan yang besar hanya mampu diraih oleh organisasi yang terorganisir dengan efektif dan efesien.

Bisnis Bukan Hanya Mampu Menjual
Semester pertama kuliah, saya dan teman-teman memberanikan diri membuka cafe bernama "Bluph-Bluph", cafe tersebut berlokasi di Dago, Bandung. Belajar mengelola keuangan, pegawai, logistik, menu makan dan minum di usia muda sungguh pengalaman yang sangat berharga bagi saya.

Saat masih dibangku kuliah juga, saya sempat kembali mengasah jiwa kewirausahaan dengan memulai bisnis di bidang peternakan. Peternakan kecil ini berada di Desa Cijeruk di Sumedang, daerah tersebut dipilih karena infrastruktur pengembangan peternakan domba dan sapi telah menunjang. Bisnis peternakan ini melibatkan warga setempat dengan cara bagi hasil. Saat itu saya berhasil mengembangkan ternak domba garut, sapi dan bebek.

Mencintai Pegunungan Indonesia
Kalau bangsa lain bingung harus berlibur kemana di negara kecilnya, kalau bangsa Indonesia mungkin bingung harus mulai berlibur darimana di negara dengan panjang 5.000 km ini. Di waktu senggang, biasanya saya dan teman-teman pergi mendaki gunung. Pada usia 25 tahun ini, saya telah berhasil mengumandangkan azan di 3 puncak tertinggi di Indonesia (selain Gunung Jayawijaya di Papua), ketiga puncak itu ialah Puncak Kerinci, Puncak Rinjani, dan Puncak Semeru. Perjalanan mendaki gunung meningkatkan kecintaan saya pada tanah air, hal ini karena saya menyaksikan sendiri betapa luar biasanya kekayaan alam dan budaya bangsa Indonesia. Cerita-cerita perjalanan itu saya dokumentasikan di blog pribadi saya agar masyarakat luas mendapat referensi perjalanan yang lebih banyak.

Karyawan Tetap BUMN di Usia 22 Tahun
Pendidikan dari politeknik membuat saya berkesempatan bekerja di  PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk, hanya 20 hari setelah saya diwisuda. Pada usia 21 tahun, saya menjalani program Management Trainee di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, dan pada usia 22 tahun saya telah diangkat menjadi karyawan tetap di bagian Quality Assurance. Sewaktu bekerja, saya dan rekan kerja sukses melakukan improvement dalam penyajian data konsumen yang lebih akurat berbasis teknologi informasi.

Berbagi Sampai Pulau Terpencil
Selain pengalaman bekerja, saya dan teman- teman di Serikat Karyawan Krakatau Steel berhasil membuat Tim Tanggap Bencana pada saat Jakarta dilanda banjir hebat pada tahun 2013. Tim tersebut bertujuan untuk menggalang dana bantuan serta menyalurkannya untuk korban banjir di Jakarta, bahkan kami bergerak jauh hingga ke pelosok Karawang yang masyarakatnya belum mendapat bantuan sama sekali. Disamping itu, saya dan teman-teman di komunitas Share Traveler aktif melakukan kegiatan bakti sosial, salah satunya dalam bentuk pembagian buku bacaan gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, kegiatan ini bahkan dilakukan sampai ke Kepulauan Spermonde di Sulawesi Selatan.

Menguasai Dunia Lewat Bahasa
Selain kegiatan-kegiatan diatas, saya juga terus mengasah kemampuan diri sendiri dalam berbahasa asing. Saat ini saya telah mempelajari 4 bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis dan Bahasa Jepang. Dalam benak saya selalu terngiang pepatah berikut, "Jika kamu menguasai bahasa asing, maka kamu akan mampu menguasai dunia".

Cita-cita Kedepan
Disamping bercita-cita untuk ikut mengembangkan terobosan baru di bidang energi, saya juga bercita-cita suatu saat nanti mampu meluncurkan buku bertema teknologi yang inspiratif bagi generasi muda Indonesia. Sudah saatnya pilihan buku di toko buku kita diramaikan dengan jenis buku yang menginspirasi mereka pada perkembangan ilmu teknik dan teknologi. 

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah ya tuhanku, atas karuniamu selama ini kepadaku.

Dua tahun kedepan saya tidak akan berada di Indonesia, untuk menggali pengalaman baru bersama bangsa lain di belahan bumi lain, semua untuk dibawa pulang, ke Indonesia. Semoga Allah selalu memberkahi langkah dan upaya saya. Amin ya Allah.

Selamat datang 4 Januari 2015, selamat datang tahun ke 26.


Mesir, 30 Desember 2014


Tubagus Aryandi Gunawan

0 komentar:

Poskan Komentar