Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Minggu, 06 Juli 2014

Nyalaku



Pernah aku cabik lembutnya ragamu,
Pernah juga aku koyak tulusnya cintamu,
Seperti laki-laki yang tersisa hanyalah aku.

Namun kesetiaanmu membuat aku malu,
Kesabaranmu membuat aku tak lagi meragu,
Seperti kini perempuan yang tampak tinggal engkau.

Dalam relung yang sempit dan sulit itu,
Tak pernah kau buat gema selain pekik ku,
Tak juga berhenti telapakmu menahan bebanku,
Engkaulah yang menemani setiap naik turun debar ku.

Nyalaku oleh juang penuh pengorbananmu.
Buat aku tidak pernah mau lagi kehilanganmu.


22:20-06072014-ARYA

0 komentar:

Poskan Komentar