Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Senin, 10 Februari 2014

Kamu dan Kopi


Kamu dan Kopi, dimana aku jadi bergantung begini.

Saat aku membuka mata, yang pertama terengkuh hanya kopi
Pagi itu juga, aku berharap ada kamu dalam mimpi-mimpi tadi

Seperti belum punya nyawa langkahku sebelum mengopi
Juga akan hilang gelegar jiwaku saat manyun dan rengutmu mematri

Setiap hari ada kopi yang duduk di meja secangkir diri
Setiap hari juga aku berkejaran gapai rindu yang berlari-lari

Tiada malam tanpa ampas kopi yang menyisa di ujung hari
Habis juga sunyi waktu ingat hamburan tawamu saat kamu masih di sisi

Merindukanmu seperti sedang menyeruput kopi
Menikmati kedigdayaan rasa pahit lagi dan lagi

Memikirkanmu seperti sedang meneguk kopi
Merasakannya pelan-pelan seperti takut terhabisi

Apa bedanya kamu dan kopi jika sebabkan aku susah tidur hingga pagi?
Apa bedanya kamu dan kopi jika sama-sama buat aku selalu punya energi?

Terlalu banyak samanya kamu dan kopi,
Bedanya cuma pada cara untuk bisa memiliki,
Kopi terselesaikan dengan membeli,
Namun kamu, memang harus dinanti.

Hitamnya kopi, mematahkan monopoli putih untuk memiliki semua yang suci
Kemurniannya dengan setia menyeretku bertemu makna cinta yang akan abadi

Jauhnya kamu, buat kepalaku jadi suka berkeluh dan berkilah kepada hati
Kebulatan rasa ini yang membuatku sempurna mempercayai cinta sejati

Meski digelimangi jejalan gelisah dan gusar, akan tetap kucari dan hampiri
Demi keberlanjutan hidupku kini, kumohon kembalilah, jangan lagi pergi.

Kamu dan Kopi, inilah secandu-candunya cinta yang terjadi.


19:29-10022014-ARYA

0 komentar:

Posting Komentar