Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Senin, 16 September 2013

Aralku Kepadamu


Satu jam menuju matahari kembali terbit dari balik jendela kamarku,
Aku pun masih terjaga walau tak ingin.

Kopi dalam cangkir mungil masih tersisa untuk dua teguk lagi,
Aku enggan menghabiskannya sekaligus.

Asap rokok masih melayang lembut sebelum akhirnya menari centil,
Aku juga masih berkawan dengannya.

Nada yang mengalun gegap dari harmonika dan biola,
Aku mau musik ini tetap melatari drama di mimpiku nanti.

Aku tau aku sedang menikmati sekitar yang biasa ini.
Ini saat yang paling sering kamu curi untuk masuk ke kepalaku,
Ternyata kamu masih yang paling tau cara ampuh itu,
Mengajakku kembali menyaksikan tayangan bertajuk kenangan indah kita.

Ini bukan kali pertama, lagi-lagi aku hanya mengulang aral yang salah.
Karena aku tidak mau kamu yang sekarang, Aku cuma mau kita yang dulu.
Kita yang saling lugu dalam memberi alasan kenapa bisa mencintai.


05:15-16092013-ARYA

0 komentar:

Poskan Komentar