Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Minggu, 02 Juni 2013

Sang Guru dan Si Murid

SOCRATES, Sang Guru Plato



" Ilmu seperti udara. Ia begitu banyak di sekeliling kita. Kamu bisa mendapatkannya di manapun dan kapanpun."

 ” Aku merasa lebih malu menjadi orang yang bodoh di usia tua”.

Socrates , seorang filsuf Yunani ( 469 SM – 399 SM ) yang terkenal sebagai bapak dari sumber etika, filsafat moral dan filsafat umum. Epistemologi dan Etika adalah minat utamanya. Peninggalan Socrates adalah cara berfilsafat dengan mengejar satu definisi absolut atas satu permasalahan melalui penalaran dialektis, yang membuka jalan bagi para filsuf selanjutnya. Manusia menjadi objek filsafat yang penting setelah sebelumnya dilupakan oleh para pemikir hakikat alam semesta. Pemikiran tentang manusia ini menjadi landasan bagi perkembangan filsafat etika dan epistemologis di kemudian hari. Ajarannya diteruskan oleh Plato dan kemudian Aristoteles.

Seorang temannya, Oracle Delphi mendengar suara ghaib yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates. Untuk membuktikan bahwa apa yang didengar temannya itu keliru, ia berkeliling mendatangi  masyarakat Athena untuk berdiskusi soal filsafat, ia datangi satu demi satu orang yang dianggap bijak oleh masyarakat dan berdiskusi tentang berbagai masalah kebijaksanaan. Dia selalu mengejar definisi absolut tentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak tersebut meskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan definisi tersebut. Pada akhirnya Socrates membenarkan suara  gaib tersebut berdasar satu pengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya tahu bahwa dia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalah tidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana. Cara yang dilakukannya menimbulkan rasa sakit hati pada mereka yang dianggap bijak oleh masyarakat, dan pada akhirnya membawa pada kematiannya melalui peradilan dengan tuduhan merusak generasi muda. Socrates diadili di Majelis Eklesia, Majelis Pengadilan Rakyat Athena. Socrates melakukan pidato pembelaan diri untuk mempertahankan  keyakinannya dan reputasinya, bukan untuk menghindari hukuman. 

 “lantas apa dasar mereka sampai pada giliran saya dimuliakan sebagai orang yang arif dan bijaksana dan termahsyur, sementara  saya harus menerima reputasi sedemikian buruk seperti itusebagai perusak generasi muda?”.

“satu-satunya hal yang sangat disayangkan di sini adalah saya harus menghadapi maut hanya untuk sebuah kebaikan kecil yang telah saya perjuangkan dan persembahkan untuk orang banyak lewat praktek pengajaran filsuf saya ke generasi muda Athena..”

“Di alam kematian, aku bisa selamanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan filsafat ke setiap orang yang kujumpai”.

Socrates di penjara dan diberikan dua pilihan, dihukum mati minum racun atau bebas dari segala hukuman dengan syarat menghentikan kegiatan filsafatnya. Ia pun menerima hukuman mati. Socrates wafat pada usia tujuh puluh tahun dengan meminum racun. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Yunani.

Socrates pun berkata :  “hukum harus dipatuhi betapapun jeleknya”.


KISAH UJIAN SARINGAN RANGKAP TIGA

Seorang kenalan mendatangi Socrates dan mengatakan bahwa ia baru saja mendengar sesuatu tentang salah seorang muridnya.

 “Mau tahu apa yang saya dengar?” tanyanya.
“Tunggu dulu. Anda boleh cerita sesudah lulus tes yang saya berikan. Namanya ujian saringan rangkap tiga."  kata Socrates.

“Benar,” jawab Socrates, lalu melanjutkan, “Sebelum Anda cerita tentang murid saya, mari kita saring dulu apa yang akan Anda katakan. Itu sebabnya, tes ini saya namakan tes ujian saringan rangkap tiga. Yang pertama namanya ujian saringan kebenaran.”

“Apakah Anda benar-benar yakin, apa yang akan Anda katakan kepada saya itu benar?” tanya Socrates. 

“Tidak. Saya tak tahu apakah itu benar. Saya hanya mendengarnya dan sekarang ingin cerita kepadamu,” kata orang tersebut.

“Baiklah,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak tahu persis apakah cerita itu benar atau tidak. Sekarang, kita coba filter kedua. Namanya ujian saringan kebaikan. 
“Apakah yang akan Anda ceritakan kepada saya tentang murid saya itu sesuatu yang baik?” tanya Socrates.

“Bukan sesuatu yang baik,tapi justru kebalikannnya,”kata orang tersebut.

“Jadi,”lanjut Socrates,”Anda ingin menceritakan sesuatu yang buruk tentang murid saya itu kendati pun Anda tidak tahu persis apakah itu benar?”

Pria itu kaget dan merasa malu.

“Sekarang kita sampai ke tes ketiga.Namanya tes ujian saringan kegunaan.Apakah yang akan anda ceritakan kepada saya tentang murid saya itu berguna untuk saya?”tanya Socrates.

"Tidak sama sekali,”jawab pria itu.

“Jadi yang ingin Anda katakan kepada saya itu tidak benar,tidak baik, dan juga tidak berguna.Buat apa Anda cerita kepada saya?”tanya Socrates.

Pria itu malu dan segera berlalu. 
  
Berikut ini pemikiran-pemikiran bijak Socrates :  

"Cobalah dulu,baru cerita. Pahamilah dulu,baru menjawab. Pikirlah dulu,baru berkata.Dengarlah dulu,baru beri penilaian .Bekerjalah dulu,baru berharap."

“Kesedihan membuat akal terpana dan tidak berdaya. Jika anda tertimpa kesedihan, terimalah dia dengan keteguhan hati dan berdayakanlah akal untuk mencari jalan keluar”

"Jalan terdekat untuk meraih kemuliaan adalah dengan berusaha keras menjadi apa yang Anda inginkan dan sesuai dengan apa yang Anda pikirkan."

"Untuk menggerakkan bumi,kau harus menggerakan dirimu terlebih dahulu."

”Allah Ta'ala telah menciptakan dua telinga dan satu lidah untukku agar aku banyak mendengar daripada berbicara,tetapi kalian lebih banyak bicara daripada mendengar”

"Janganlah engkau menceritakan isi jiwamu kepada orang lain,karena sungguh jelek orang yang menaruh hartanya di rumah dan memamerkan isinya."

"Kesejahteraaan memberikan peringatan,sedangkan bencana memberi nasihat."

"Jangan mengomentari kesalahan orang lain, karena orang itu akan mengambil manfaat dari ilmumu lalu di menjadi musuhmu."

"Kecantikan adalah tirani berumur pendek."

"Sejumlah besar buku mengalihkan pikiran.".

"Setelah dibuat sama dengan pria, wanita menjadi atasannya."

"Kepuasan adalah kekayaan alam, kemewahan adalah kemiskinan buatan."

"Cara untuk mendapatkan reputasi yang bagus adalah berusaha keras untuk mewujudkan apa yang diinginkan." 

"Jika seseorang bangga akan kekayaannya, dia seharusnya tidak memujinya sampai dia tahu bagaimana caranya dia memperlakukannya."

"Saya tidak dapat mengajarkan seseorang sesuatupun, saya hanya dapat membuatnya berpikir."

"Orang yang memfitnah tidak melukai saya, karena dia tidak memukul saya."

Referensi : id.wikipedia.org
               id.shvoong.com
               www.philosophyparadise.com
               majalah Mahardika, edisi November 2008

PLATO, Si Murid Socrates


"Orang bijak berbicara karena mereka memiliki sesuatu untuk dikatakan; orang dungu berbicara karena mereka harus berbicara."

Plato, seorang filsuf Yunani, salah satu dari murid Socrates, lahir sekitar 427 SM dan meninggal ketika sedang menulis pada 347 SM. Plato lahir dari keluarga bangsawan di Athena. Ia juga seorang matematikawan dan pendiri Akademi Platonik di Athena, sekolah tinggi pertama di dunia barat. ‘ Politeia /Republik’ adalah salah satu buku karyanya yang paling terkenal, berisi uraian garis besar pandangan-pandangannya. 

Menurut Plato, idea tidak diciptakan oleh pemikiran manusia, idea tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang tergantung pada idea. Idea adalah citra pokok dan awal dari realitas, non material, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita. Idea-idea saling berkaitan satu sama lain.  Dunia idea bersifat abadi dan tidak dapat diubah.Dunia indrawi hanyalah refleksi daripada dunia idea, selalu terjadi perubahan, fana, dapat rusak dan dapat mati.

Plato memiliki pandangan negative terhadap karya seni. Menurutnya karya seni itu hanya tiruan dari realita, realita yang ada adalah tiruan dari yang asli. Yang asli itu yang berada dalam ide, jauh lebih unggul, lebih baik, lebih indah daripada realita.

Keindahan yang sesungguhnya terletak dalam dunia idea. Kesederhanaan adalah ciri dari keindahan, baik dalam alam semesta maupun karya seni. Keindahan yang ada di alam semesta adalah keindahan semu.

Karya-karya Plato memiliki beberapa ciri khas :

Bersifat Sokratik
Karena ia murid Socrates, karya-karyanya banyak dipengaruhi oleh pemikiran Socrates.  Ia juga sering menampilkan karangan Socrates sebagai topic utamanya.

Berbentuk dialog
Hampir semua karyanya ditulis dalam bentuk dialog.

Adanya mitos-mitos
Banyak menggunakan mitos-mitos dalam menjelaskan ajarannya yang abstrak dan adiduniawi.

"Setiap sebuah hati menyanyikan sebuah lagu, sebuah hati yang lain berbisik membalas. Siapa yang berharap untuk bernyanyi selalu menemukan sebuah lagu. Pada sentuhan seorang kekasih, setiap orang menjadi penyair."

"Cinta adalah penyakit mental yang serius."

"Kegilaan akan cinta adalah anugrah terbesar dari surga."

"Musik memberi sebuah jiwa kepada dunia, sayap kepada pikiran, terbang ke dunia imajinasi dan hidup untuk segala sesuatu."

"Kita dapat memaafkan seorang anak yang takut akan gelap; tragedy yang sebenarnya adalah ketika seorang dewasa takut akan cahaya."

"Hanya orang mati yang telah melihat akhir dari perang."

"Kita dapat memahami seseorang dalam satu jam permainan daripada satu tahun percakapan."

"Disana ada kebenaran di dalam wine dan anak-anak."

"Jangan pernah mengecilkan hati seseorang yang terus menerus membuat tindakan untuk kemajuan, tak masalah betapapun lambatnya dia."

"Orang yang menceritakan sejarah mengatur masyarakat."

"Ada tiga golongan orang; pecinta kebijaksanaan, pecinta kehormatan, dan pecinta kemenangan."

"Saya sedang mencoba untuk berpikir, jangan membingungkan saya dengan realita."

"Tingkah laku manusia berasal dari tiga sumber : minat/gairah, emosi, dan pengetahuan."


“Jika para wanita mengharapkan untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan laki-laki, kita harus mengajarkan kepada mereka hal yang sama.”

“Pendidikan mengajarkan anak-anak kita minat terhadap segala sesuatu yang baik.”

“Tindakan yang baik memberikan kita kekuatan dan meng-inspirasi orang lain.”

“Karakter adalah kebiasaan yang berlangsung lama dan terus menerus.”

“Nilai dari seorang pria adalah apa yang dia lakukan dengan kekuasaannya.”

“Buku adalah anak-anak abadi yang menentang bapaknya.”

“Awal adalah bagian terpenting dari sebuah pekerjaan.”

“Menulis adalah geometri jiwa.”

“Kemenangan terbaik dan utama adalah bertarung melawan diri sendiri.”

“Rumah yang terdapat perpustakaan di dalamnya memiliki jiwa.”


“Objek pendidikan adalah untuk mengajarkan kita untuk mencintai keindahan.”

“Orang yang mendapati bahwa dalam hidupnya dia telah melakukan banyak kesalahan sering terbangun di tengah malam dengan perasaan penuh teror, seperti anak kecil yang mendapatkan mimpi buruk, dan hidupnya penuh dengan firasat buruk. Tetapi orang yang dengan sadar untuk tidak melakukan kesalahan hidupnya penuh dengan kegembiraan dan menjalani masa tua yang nyaman tentram.”

“Menurut mitologi Yunani, manusia diciptakan dengan empat tangan, empat kaki dan satu kepala dengan dua wajah. Dewa Zeus membaginya kedalam dua bagian terpisah, mengutuk mereka untuk menghabiskan hidupnya dalam pencarian bagian diri mereka yang lainnya.”

“Puisi lebih mendekati kebenaran yang vital daripada sejarah.”

“Kata-kata yang salah bukan hanya jahat, tetapi mempengaruhi jiwa-jiwa dengan kejahatan.”

“Tidak ada kesejahteraan yang dapat membuat seorang pria jahat berdamai dengan dirinya.”

“Kemakmuran adalah bapak dari kemewahan dan kelambanan; dan kemiskinan adalah bapak dari kejahatan, kekejaman dan ketidakpuasan.”

“Kecantikan mendustai mata penonton.”

“Semua yang saya tahu adalah kebodohanku.”

“Biarkan orang berbicara kebenaran dan hakim memutuskan dengan adil.”

“Saya akan mengajarkan anak-anak musik, fisika, dan filosofi; tetapi yang terpenting adalah musik, pola-pola dalam musik dan semua seni adalah kunci untuk pelajaran.”

“Jiwa manusia itu abadi.”

“Saya tahu suatu hal bahwa saya tidak tahu apapun.”

“Ilmu pengetahuan menjadi jahat jika tujuannya bukan kebajikan.”

“Berbaik hatilah, karena semua orang yang kau temui sedang berjuang dalam pertempuran yang lebih sulit.”

“Manusia tidak selalu benar dalam segala hal, dan tidak selalu salah dalam segala hal.”


Referensi : id.wikipedia.org/wiki/Plato
               en.wikipedia.org/wiki/Plato
               www.goodreads.com/author/quotes/879.Plato

Dikutip penuh dari http://butirbutirpasirdipantai.blogspot.com/search/label/filsuf%20Yunani dengan editing pada judul dan gambar posting penulis aslinya.

Socrates adalah guru bagi Plato, dikemudian hari diketahui Plato menjadi guru bagi Aristoteles, Aristoteles sendiri ialah guru untuk Alexander Agung. Semoga menginspirasi :D

0 komentar:

Poskan Komentar