Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Jumat, 12 April 2013

Penambang Belerang




Belum pernah aku merasa begitu penat sehebat ini, harus terjatuh dalam letih yang luar biasa, hingga tidur dalam jeratan pesimistis yang dalam. Hampir seperti daun kering aku dibuatnya, terbang kesana dan kemari ditendang kehendak angin. Hmmmm..

Aku tau persis aku sedang dimana dan untuk apa, tapi aku lupa sedang bersama siapa dan hingga kapan. Hampir berhenti rasanya denyut nadi ini, hampir habis juga rasanya nyawa ini. Tapi satu yang pasti, aku pantang pulang tanpa hasil, lebih baik mati ditempat dari pada harus berkata “menyerah”.

Sejenak risau tadi menjadi malu, galau yang hebat berganti salut. Aku temui gambar penambang belerang ini di dalam piranti kerjaku, telah lama ku simpan, oleh-oleh perjalanan menuju “Sang Legenda Api Biru” di dasar Kawah Ijen. Tatapannya terlalu tajam tanpa senyum tipis yang tampak dari pipinya yang bercelah. Sambil memikul belerang muntahan perut bumi, beban yang sama dengan berat tubuhku. Memindahkannya dari dasar kawah menuju pos pengumpul, dengan jalan terjal, sempit, berbatu dan lintasan bertepi jurang, mati seperti dizinkan kapanpun disini. Paparan terik matahari dan sengitnya aroma belerang menjadi pelengkap kesehariannya. Lalu hati ini memainkan rasa “Masih berani mengeluh?”.

Bukan hanya berhenti berkeluh kesah, kini pertanyaan dan jawaban silih berganti mengisi semua ruang di kepala. Aku sadar, ada pribumi bangsaku yang lebih pilu dan tetap lebih tegar. Ada semangat besar yang telah mengalir ke jiwaku, pikiranku, jari-jariku, mataku, telingaku dan kakiku. Alasan dan kesempatan untuk kesal pada hidup seolah terbungkam rapat.

Aku selalu percaya Tuhan punya banyak cara untuk membangunkan hambanya.
Tolong terus bangunkanku, ya Tuhan. Amin.


21:00-10042013-ARYA

0 komentar:

Posting Komentar