Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Rabu, 31 Oktober 2012

Common Sense



Understand before judging
Reading to get perspective
Asking then conclude
Not just hear and see, but find more.

Do not follow others carelessly
We have our self judge from what we knew
Therefore, understand it more for a better belief
Misjudgement only become hates.

For what we hate others when they laugh without being flashed about us
We're just wasting time, more and more futile.

Of course many haters, because it is hard to understand.
Think, and never take it for granted.

We can change the way we think about others.
It's about common sense.


17:00-30102012-ARYA

Rabu, 24 Oktober 2012

Dan


Dan
Dan bila esok datang kembali
Seperti sedia kala
Di mana kau bisa bercanda

Dan
Perlahan kau pun
Lupakan aku mimpi buruk mu
Dimana telah ku tancapkan duri tajam
Kau pun menangis menangis sedih
Maafkan aku

Dan
Bukan maksud ku
Bukan ingin ku melukaimu
Sedarkah kau di siniku pun terluka
Melupakanmu menepikanmu
Maafkan aku

Lupakanlah saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar
Dan berpijar seperti dulu kala
Caci-maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar
Dan berpijar seperti dulukala



By Sheila On 7

This is the way for me to answer how precious you are for me, let me go. I just wanna see your bright back, only that.

Kamis, 18 Oktober 2012

Maha Drama




Naskah ini rumit, tapi akhirnya pria berkacamata bingkai hitam itu melanjutkannya. Membaca dengan dalam permainan hidup dalam kata-kata. Siapa yang tidak kenal dengannya, apik di depan mata lensa dan tajam membawa peran, aktor kawakan.

Hari sudah semakin gelap, lampu-lampu taman kota mulai menyala. Ini saatnya pria itu beradu peran bersama perempuan timur yang menawan. Perempuan itu muncul dari bilik perias, ia berjalan mendekati kolam air mancur tempat dimana ia akan memaki sang aktor besar.

Umpatan perempuan itu melatari masuknya aktor ke dalam adegan klasik. Aktor itu hanya diam, bisa-bisanya ia mengubah wajahnya seketika menjadi pucat pasi.  Perempuan itu bagai tidak ingin kalah memainkan peran, liuk matanya menunjukkan sejuta kesal akan apa yang terjadi, ia tahu dirinya bukan satu-satunya perempuan yang seharusnya ada di hati pria dambaannya. Aktor itu merampas lembutnya jemari lawan mainnya, dari balik kacamata hitamnya ia buat ikatan sekuat baja pada mata perempuan itu, kali ini bahasa tubuh bisa mewakili semuanya. Perempuan yang sedang dikeroyok cambuk api amarah itu pun membalasnya dengan cara melontarkan apa-apa yang pernah sang aktor janjikan padanya, termasuk kesetiaan. Memang laki-laki bukan dilahirkan untuk bisa bicara, terlebih tidak ada lagi kata yang tepat untuk disampaikan saat ini. Aktor itu hanya menambah kuat ikatan matanya, menarik ikatan itu hingga semakin dekat, menahan leher perempuan itu hingga ia merasa yakin ingin dimiliki sepenuhnya, hingga bibir keduanya bertemu, kelembutan demi kelembutan yang menghanyutkan. Kenyamanan itu terpotong oleh teriakan sang sutradara, lalu disambung dengan decak kagum para tim dalam riuh tepuk tangan. Suasana di akhir-akhir itu selalu lebih terasa. Perempuan itu mulai menyimpan hati untuk sang aktor.

Satu per satu adegan dimainkan dengan mulus hingga malam semakin gelap, aktor tersebut pun pulang bersimbah keringat. Di jalan yang dipayungi temaram bulan, ia berhenti di persimpangan jalan untuk sekedar membeli bir dingin. Sekali ia menenggak bir itu, ia nyalakan sebatang cerutu yang melengkapi temannya sampai rumah.

Sambil mabuk ia mengetuk pintu rumahnya, berulang kali ia ketuk hingga memecah sunyinya dini hari. Pintu itu dibuka oleh orang yang tidak lagi ada di hatinya, seorang perempuan keturunan mediterania. Aktor itu menerabasnya masuk kedalam rumah menuju kamar tidurnya, seolah tidak ada waktu untuk menyampaikan sepatah kata pun. Perempuan itu menyusulnya dan mulai memberanikan diri bertanya dari mana saja aktor itu seharian. Dengan nada lelah ia hanya menjawabnya dengan mengingatkan perempuan itu untuk tidak kembali kerumahnya. Perempuan itu harus tahu, ia bukan lawan sang aktor. Aktor itu tidak akan pernah kehilangan tenaga satu joule pun untuk perempuan yang telah melanggar ultimatum sang aktor. Kebohongan diungkap kebohongan. Tangis dibalas tangis. Aktor itu telah sadar sebelum perempuan itu sadar, ia hanya sedang menikam hatinya sendiri, semakin lama semakin dalam. Tapi perempuan itu tetap menyimpan hati kepada sang aktor.

Semua ini pasti akan tamat,
Menunggu siapa yang benar-benar kalah atau berusaha mengalah.
Bekerja dalam sandirawa, hidup pun dibawa bersandiwara. Inilah maha drama.


04:40-18102012-ARYA

Rabu, 10 Oktober 2012

How could you




For all the things that you said
For all the lies that we pledged
For all the very best days
How could you do this to me?

The things we did to stay sane
The walks we had in the rain
The places we used to hate
How could you do this to me?

Look at me now I’m falling to pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire inside me

For all the love that we shared
For all the times that we bled
For all the paths we walked down
How could you do this to me?

Your laughter under the stars
The times you slept in my car
The people we made fun of
How could you do this to me?

Look at me now I’m falling to pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire
Look at me now I’m falling to pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire inside me


By The Triangle

This song is amazing, the deepest way to share your deepest heart, the true unbelievable thing is what your girl has done to you, finally you got her mask on your hand now.

Senin, 08 Oktober 2012

Cinta Nyata




Dia berpaling dari cinta yang tulus
Dia pernah ingkari pula cinta yang setia
Dia menutup mata dari cinta yang abadi
Dia pernah abaikan pula cinta yang murni
Dia juga melarikan diri dari cinta yang suci
Dia bahkan mengubur cinta yang sempurna

Pada akhirnya Dia pun tidak memilih cinta sejatinya

Dia enggan terbawa arus semakin jauh dengan cinta yang klise
Dia pun enggan harus hidup puluhan tahun bersama cinta yang dibuat-buat

Dia butuh yang nyata,
Hadir tanpa harapan dibaliknya,
Hadir tanpa kekaguman diantaranya,
Dia mencari cinta nyata miliknya.


12:26-08102012-ARYA