Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Kamis, 28 Juli 2011

Last Date Conversation

Begins with a couple conversations;
baby, i want to tell you something, hhmmm..
i'm gonna go, i'm gonna go for a while i join
but, before you say anything, please, please hear me out

Then melody play;
Well, i know i'm not the most romantic guy in the world
i can not create even a simple line of a love note
all i want to do is to tell you how much i would like to stay for you
but circumstances won't allowed me
you know i must go, dear
far away and it takes longer than a day

well boy, i know you're not the most romantic guy in the world
but you already mesmerize me with your simple words
all i want is you, and for you to stay with me
i don't want these things to change
i don't care what's going on
i just don't want to be alone
i can not be apart from you
please i'm begging you

Reff;
i just want you to be near. you know how much it would mean
to see you laugh and hold your hand when we're dating on weekend
girl, i know what you trying to say, but i can't
its just to complicated for me, to  choose between my two dreams
i want you,, but ican't do what you ask me to do

well boy, i just have one question left: is this means we are over?
No, baby. i'll be gone for a while but i want you and me still together.
How can i be sure that you will keep your heart to me and you won't see other girls?
you know i would not do that. How can i convince you?
Just stay here and be with me.
No, no. I must go

Reff;
Babe, i just want you to stay.
you know i would if i can
i hope it doesn't just another lie you've made
(i never lie to you)
Girl, i need you to understand we are meant to be
i don't get what you trying to say. Do you want to run away?
No, babe. i want you to wait. i'll be back again..

someday..
please babe, take my promise, just wait..
(ok, i'll take your promise, i'll wait)
i'll be back someday, till then..
(you'll be back someday, till then)
don't ever let me go..

i'm so glad you telling me this now..
baby, i want you to wait. i'll be back again someday..
someday..



By Mejiku

#Grey words are for female, and the Black ones are for male
This is one of beautiful song i ever heard, i love how they are begining the conversations each other, i love the time when a dramatic spatting start, i love the point of "unsure feeling", i love the simple words they use to, i love a little hope in "someday" word. i'm lovin it.


Kamis, 21 Juli 2011

Saringan


Banyak yang perlu didengar, Ada yang tidak perlu didengar.
Ada yang perlu dibicarakan, Banyak yang tidak perlu dibicarakan.
Aku sedang bicara "saringan", dengarkan.


21072011-13:40-ARYA

Senin, 18 Juli 2011

Burung Gereja



Seekor burung gereja kelihatan melayang bingung, lalu hinggap di barisan besi tempa bergaya kolonial romantik, pagar balkon itu berada persis di luar ruang tidurku. Menembang merdu bak pelaku seni jalanan yang giat menarik perhatian si penghuni demi koin penghargaan. Jatuhan kain biru yang tidak biasanya telipat memberi kesempatan ku untuk menyaksikan sang biduan memainkan nada, dibalik kaca yang kini silau akan sapaan mentari pagi.

Entah apa tujuan ia sengaja mampir di teras atas hunian ini, yang pasti ia berhasil mengalahkan lembutnya bulu angsa bersarungku, sampai-sampai aku mau menyimaknya. Ini bukan kali pertama aku terperanjak dari lelap, lagi-lagi hanya karena dia. Aku suka dia.

Saat-saat melewati beberapa putaran jarum panjang jam dinding bersamanya adalah hal yang menarik, sepele, namun demikian ia telah jadi teman setia pagiku.

Esok dini harinya, teras balkon itu sudah penuh taburan segenggam campuran biji-bijian sebagai hadiah dari ku atas tersematnya julukan, “Sahabat Baru”. Menjelang pagi, daun jendela dan pintu yang membatasi balkon dan ruangan telah dibuka lebar-lebar. Tidak ada batas lagi.

Sampai juga dia, tidak lagi bernyanyi namun menghampiri hamparan biji-bijian lezat yang nampak jarang ia temui, segera ia mulai mematuk-matuk satu persatu. Tidak puas hanya menemukan biji-bijian ia pun melompat-lompat masuk sembari celingak celinguk memandang heran ruanganku, lucu. Pemandangan penuh kesan itu ia akhiri dengan meninggalkan kotoran di atas permadani, masih lucu.

Enggan rasanya jika ia tetap mengotori ruanganku, namun aku suka dia ada disini. Aku ulangi lagi. Tidak habis pikir, kali ini balkonku diserbu segerombolan burung gereja, hingga aku tidak mampu mengenali lagi yang mana sahabat baruku itu. Sambil berdecak takjub aku mengamati sebagian gerombolan burung gereja yang telah menguasai ruanganku, beberapa diantaranya seperti sedang mencari-cari tempat untuk membuat sarang. Kesal menghampiriku saat mereka semua pergi dan memberiku imbalan kotoran disana sini, sangat tidak lucu. Dimanfaatkan dan dijatuhkan.

Sekarang aku punya nilai untuk dia, sehingga aku bisa punya keputusan untuk dia. Lain kali aku cukup memandangi dia dari balik kaca jendela saja. Tidak terlalu jauh, Tidak pula terlalu dekat.

Seandainya ia bukan burung, ia harusnya berhati-hati karena aku mampu menilai dan memutuskan.

19:00-17072011-ARYA

Sabtu, 09 Juli 2011

Cermin Mata


Seorang nenek tua itu nampak sangat segar. Berjalan memopong usia dengan senyum yang tersungging di pipi berlipatnnya. Ia menyapa semua orang sambil mendengakkan kepala hingga bola-bola matanya disingsingkan di dasar kelopak mata. Dalam angkuh dan sombong.

Berlenggok dengan lagak bangsawan. Gila dihargai, haus dihormati, hobi disanjungi, girang dipujai, ialah energi yang mendenyutkannya untuk tetap berdiri. Si nenek memang belum bangun dari tidur nyenyak dalam selimut krisis. Krisis identitas yang membuat percaya dirinya terhempas kesana kemari entah kemana. Antara kasihan dan muak.

Mengamati setiap bagian kain yang membalutnya dengan penuh takjub, lalu mulai menyipitkan mata saat melihat gadis yang mampu menyainginya dengan penuh takut. Terlebih kekurangan gadis tersebut terlihat semakin besar dibalik kaca mata emas sang nenek. Maka dengan mudah ia menjatuhkan hinaan yang menghardik sana sini. Malang nian senyum gadis luguh itu kini.

Gadis yang awalnya memegang lembaran naskah dan  hanyut dalam kisah manis ksatria berkuda putih dan putri dendelion itu pun gusar. Ia membungkukan badan dari kursi putih itu lalu mengambil sebuah pecahan batu granit yang berceceran di jalan depan tokonya tempat ia bekerja. PRANG..!! batu itu pun dihantamkan pada sebuah cermin yang biasa pembeli gunakan sebelum membeli baju. Sambil tetap  mendengarkan alunan cacian sang nenek, 2 belah kecil pecahan cermin itu ia pungut. Lalu ia mengeluarkan perekat cair yang biasa ia gunakan untuk menambal sepatu satu-satunya yang sering jebol ditengah jalan. Terakhir ia menanggalkan 2 buah kawat dari papan nama toko yang ada di sebelah kursi tempat ia duduk. Tidak lama ketiganya berhasil ia rangkai menjadi satu buah alat bantu mata. Cermin mata.

Memotong semprotan sang nenek, ia berkata:
"Nenek yang baik, gunakanlah ini untuk mengganti kaca mata yang nenek gunakan. Nenek hanya lupa berkaca."

Gadis itupun meninggalkan teras tokonya tanpa tambahan kata.

Karena mengenali dan menghakimi orang lain jauh lebih mudah ketimbang mengenali dan menghakimi diri sendiri.


16:50-08062011-ARYA