Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Jumat, 29 April 2011

Pasti

Pasti,
Pasti menemukan ketidakpastian.

Pasti seru!


15:15-29042011-ARYA

Selasa, 26 April 2011

Adegan Remeh-Temeh Arok-Dedes

“Paramesywari turun dari tandu. Ia terpesona oleh kecantikannya. Kulitnya gading. Angin meniup dan kainnya tersingkap memperlihatkan pahanya yang seperti pualam. Arok mengangkat muka dan menatap Dedes. Dengan sendirinya ekagrata ajaran Tantripala bekerja. Cahaya matanya memancarkan gelombang menaklukkan wanita yang di hadapannya itu. Dedes terpakukan pada bumi. Ia menundukkan kepala, merasa mata seorang dewa sedang menumpahkan pengaruh atas dirinya. Ia gemetar. Dengan tangan menggigil ia buka pintu Taman Larangan itu, tapi tak mampu. Arok datang membantunya, dan ia dengar suara dewa itu: "Sahayalah orang Yang Suci Dang Hyang Lohgawe." "Dirgahayu untukmu, Arok."

Pramoedya Ananta Toer

Minggu, 24 April 2011

Tulisan SMA

Menemukan beberapa tulisan saat masih berada Di SMA Negeri 1 Bandung, tulisan yang sudah berbentuk editan dalam foto, sedikit tidak percaya bisa menulis demikian saat masih menggunakan seragam Putih Abu, semoga menginspirasi. Terima kasih.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 23 April 2011

Superman Berpeci


Tolong tunjukan padaku, mana orang yang anda sebut bodoh?
Mereka hanya tidak punya kesempatan untuk menjadi orang pintar.
Tolong tunjukan padaku, mana orang yang anda sebut jahat?
Mereka hanya tidak punya lingkungan untuk menjadi orang baik.

Mereka semua hanya terlahir pintar dan baik, selanjutnya bodoh dan jahat.

Lalu dimana kesempatan itu? Mereka menjadi begitu bodoh dan jahat karena kerasnya jeruji kemiskinan. Mereka tidak mampu keluar tanpa kunci yang sedang ada di tangan anda, anda yang berada di Istana Serba Wah, Tuan Presiden.

Lupakan bayang-bayang parlementer dan impeachment ,
Dengan legitimasi rakyat yang kuat,
anda menjadi Manusia Berwajah Ratusan Juta Rakyat, Lambang Rakyat.

Lupakan rong-rongan partai dan golongan,
Dengan fasilitas Negara yang luas,
anda menjadi Superman Berpeci, Superman-nya Indonesia.

Anda bisa terbang mendatangi rakyat kapanpun yang anda mau, Gatot kaca yang melihat pun teriak tidak mampu
Anda bisa bangun sekolah dan rumah sakit dimanapun yang anda mau, Malinkundang yang tahu pun lupa membatu
Anda bisa perang ke Negara apapun yang anda mau, Arjuna yang hendak ikut membantu pun tidak punya peluru
Anda bisa perintah apapun ke siapapun yang anda mau, Sangkuriang yang disuruhpun tidak jadi membalikkan perahu

Tapi mengapa anda menjadi terlihat lambat?
Mungkin anda lupa mengikat ujung sarung dileher anda membentuk sayap,
Segera pakai sayap belakang anda, sebelum anda disapa Superman gadungan.

Wahai Superman yang diandalkan,
Dengarkah rakyat menjerit minta pertolongan disana-sini?
Mereka rindu dikageti kedatangan anda untuk menyelamatkan mereka, hanya anda yang bisa.
Cepat Superman!

05:30-23042011-ARYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Belenggu Doktrin Timur


Mengapa pribumi langsung menunduk saat melewati pejabat? berharap disayang karena menyembah.
lalu ia mendengak saat berjabat dengan buruh? berharap mendapat status sosial yang eksklusif.

Pribumi terbelenggu, terjebak dalam cara menyikapi dan disikapi orang.
Pribumi terdoktrin, tersesat dalam primbon menghormati dan dihormati orang.
Pribumi timur, terkunci dalam konseptual menuruti dan dituruti orang.

Terbelenggu dari doktrin, Doktrin dari Timur.
Salah tangkap.

4:20-23042011-ARYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 21 April 2011

Kartini Millennium

Jika jepang memiliki kimono yang tetap tradisional, maka lain cerita dengan Indonesia yang memiliki kebaya modern. Lucu. Lihatlah evolusi kebaya kartini asli yang tertutup dengan kebaya modern yang menampakan warna kulit dan membentuk tubuh, pergeseran "Budaya Ketimuran" yang terkenal santun. Saat ini kebaya asli seperti yang dikenakan kartini muda lebih banyak dijumpai pada nenek-nenek tua di kampung-kampung.

Kartini hanya bisa menghirup udara selama 25 tahun, tindakan non agresif namun progresif telah berhasil membuat anda (perempuan) bisa bersekolah saat ini, dan dari sekolah anda bisa jadi apa saja seperti kami (laki-laki). Senjata perubahan radikal yang saat itu hampir tidak mungkin, dibawa kartini muda hanya dengan kertas dan tinta, bandingkan dengan apa yang anda miliki saat Ini. Anda bisa berbuat lebih jauh ketimbang Kartini. Tinggal butuh kemauan.

Setelah 122 tahun sepeninggal Kartini, Wanita Indonesia yang merdeka mampu menjadi seorang Presiden untuk memimpin dua ratus juta lebih Rakyat Indonesia, ia adalah
Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden Republik Indonesia
Saya yakin jika semua Presiden di dunia adalah wanita, maka tidak akan pernah ada perang di dunia. Karena mereka identik dengan perdamaian. Lalu jangan salahkan kami jika selama ini terjadi perang, pria memang punya ego yang lebih besar sebagai pertaruhan identitas, silahkan salahkan kromosom Y yang ada pada kami saja.
Setelah Kepala Negara, Wanita-wanita Indonesia turut unjuk gigi dalam kepemimpinan daerah seperti,
Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten
Anna Sophanah
sebagai Bupati Indramayu di Jawa Barat
Rina Iriani
sebagai Bupati Karanganyar di Jawa Tengah
Rustriningsih
sebagai Bupati Kebumen di Jawa Tengah
Sri Suryawidati
sebagai Bupati Bantul di DI Yogyakarta
Uliarti Djuhardi Alwi
sebagai Bupati Sambas di Kalimantan Barat
Rita Widyasari
sebagai Bupati Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur
Ni Putu Eka Wiryastuti
sebagai Bupati Tabanan di Bali
Tetty Paruntu
sebagai Bupati Minahasa Selatan di Sulawesi Utara
Tidak berhenti di gelaran jabatan pemerintahan, adapula
Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama PT. PERTAMINA
Bahkan induk organisasi olahraga di Indonesia yaitu,
Rita Subowo sebagai Ketua Umum KONI/KOI
Merekalah yang memetik buah dari pohon yang ditanam Kartini lebih dari seabad silam.

Capaian ini menjadi sangat timpang jika dibandingkan dengan Wanita Indonesia yang masih terjebak dalam permasalahan klasik seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Human Trafficking yang meluas, HIV/AIDS yang tak kunjung turun, Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam lokalisasi yang kian marak hingga kebodohan dan kemiskinan yang krusial.
Menteri Pemberdayaan Wanita tidak lagi mampu dan relevan dengan realita Wanita Indonesia, karena pemberdayaan yang dilakukan dekat dengan eksploitasi energi wanita demi uang. Anda sebagai objek, bukan lagi subjek.
Kesetaraan gender telah berhasil diraih, lalu bagaimana dengan penuntasan permasalahan lain? kemana para Kartini Muda lainnya? Ini semua tugas anda sebagai Kartini Milenium. Karena hanya anda yang mengerti wanita.

Ternyata di permulaan abad ke-21, Kartini milenium saat ini lebih akrab dengan kata "galau", waktu dan emosinya habis untuk masalah percintaan hingga tidak punya energi lagi untuk berbuat sesuatu bagi negara, ia lupa memiliki status sebagai peran kunci perubahan Indonesia yang telah jauh dari kesejahteraan
Seperti syair sebuah lagu, Kartini lah sesungguhnya Putri Indonesia, bukan mereka putri-putri pemanis layar kaca hasil pemilihan Yayasan Putri Indonesia. Karena Putri Sejati tidak lahir dari kompetisi panggung hiburan, tapi kompetisi panggung yang lebih luas, Tanah Indonesia.

SELAMAT HARI KARTINI untuk perempuan yang sudah melakukan upaya perubahan seperti kartini muda entah sekecil apapun itu, yang belum, Saya ucapkan selamat berusaha menjadi Kartini Millennium yang tangguh dan cerdas.


00:30-21042011-ARYA

Rabu, 20 April 2011

Sang Dewi



Lihatlah matanya yang berbinarkan cahaya menyilaukan kecantikan
Lihatlah hidungnya yang menjulang selalu menunjuk kearah keindahan
Lihatlah bibirnya yang merah membakar sumbu semangat dengan keanggunan

Dengarlah gesekan bulu mata yang menyapu udara saat ia berkedip
Dengarlah titik-titik air berdecak membasahi rongga saat ia menghela nafas
Dengarlah alunan nada penuh intonansi tajam menggelombang saat ia bersuara

Rasakanlah kuatnya energi dalam tatapannya yang mengikat erat
Rasakanlah irama detakan dalam denyut jantungnya yang mengetuk hati
Rasakanlah getaran tajam pita suara dalam kata demi katanya yang meluluh lantakan

Perhatianku hanya tertuju padanya,
Sang dewi nan cantik jelita

Sang Mahadewa telah menanggalkan sayap lebar darinya
Sang Mahadewa telah mengganti balutan busana putih di dirinya
Sang Mahadewa telah menambahkan sebuah nyawa manusia kepadanya
Hingga aku bisa melihat, mendengar dan merasakan ia ada
Aku bahagia bisa menemukannya di muka bumi

Jika ada dongeng yang menyebut ada seorang dewi yang tertinggal di Bumi,
Pastilah itu kamu,
Sang Dewi.

11:26-19042011-ARYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 16 April 2011

Paradigma Amarah



Coba sekelompok pengujuk rasa yang berada di depan Istana Merdeka itu mencoret-coret gambar Presiden, atau menginjak-injaknya dengan penuh nafsu, bahkan mereka membakar gambar tersebut, apakah anda marah? TIDAK, terutama mereka yang mendukung Partai Oposisi.
Bagaimana jika sekelompok pengunjuk rasa itu ada di Negara lain, terutama Negara tetangga, dan mereka adalah warga Negara tersebut, apakah anda yang menyaksikannya dari layar kaca akan marah? IYA, terutama mereka warga dari Negara yang kita benci.
Lalu mengapa kita jadi serba egois? boleh melakukan apapun kepada siapapun dan menjadi sangat tersinggung dan marah ketika bangsa lain melakukannya? Aneh, konsep mencintai negeri yang salah cara. Disorder Nasionality. Nasionalisme yang salah.
Jika para pengunjuk rasa melakukannya karena jawabannya adalah hak rakyat, maka Presiden pun punya hak azasi untuk tidak dihina. Terlebih beliau adalah simbol Kedaulatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih beliau menjadi begitu istimewa karena hasil dari proses Pemilihan Presiden langsung oleh Seluruh Rakyat Indonesia. Tragis.



Coba sekelompok anak muda yang lebih antusias bermain band dengan warna musik barat dan dandanan barat itu tidak pernah lagi memegang alat musik tradisional bangsanya, apalagi harus pernah memainkannya dengan benar, apakah anda marah? TIDAK, terutama mereka para pemiliki label musik.
Bagaimana jika sekelompok anak muda yang ada di Negara lain tertarik dan senang memainkan alat musik tradisional bangsa kita, bahkan turis di Negara itu senang menyaksikan pertunjukan mereka, dan Negara tersebut mengelola dan memasarkan dengan baik pertunjukan tersebut dengan apik, apakah anda yang tahu pertunjukan tersebut ada di Negara mereka akan marah? IYA, terutama mereka yang berjuang mati-matian melestarikan alat musik tradisional Bangsa Indonesia.
Lalu mengapa kita menjadi serba terlambat? terlambat mengenalkan pada generasi muda, terlambat membendung derasnya globalisasi, terlambat mengelola asset-aset leluhur yang agung? Aneh, mendadak mengenal dan mencintai apa yang telah kita punya selama ini, warisan luhur luar biasa yang ternyata salah dititipkan kepada Bangsa Indonesia. Late of Nasionality. Nasionalisme yang terlambat.
Jika para anak muda yang ada di Negara lain itu haus akan budaya luhur, maka anak muda kita bisa dibilang kenyang dengan kalimat Budaya Bangsa Indonesia itu beraneka ragam tanpa kenal satu persatu. Bagaimana tidak sejak kecil mereka hanya kenal dari apa yang mereka tonton di televisi dan apa yang mereka dengar di radio, terutama karya-karya barat di televisi dan radio hasil bisnis yang lebih menguntungkan, ketimbang menyiarkan mahakarya nenek moyang mereka. Miris.


Coba sekelompok militan bersenjata lengkap dan canggih menghancurkan tatanan kehidupan Bangsa Indonesia yang damai dengan membombardir habis kota-kota besar di Indonesia untuk melumpuhkan Negara besar ini hingga bisa diduduki atau sekedar menciptakan instabilitas politik dan ekonomi, apakah anda akan marah hingga ikut wajib militer? IYA, terutama para Prajurit pemegang sumpah Sapta Marga (TNI) yang selalu setia mempertahankan Negara ini hingga tetes darah penghabisan.
Bagaimana jika sekelompok militan tersebut dibuat lebih sederhana dalam kelompok-kelompok kecil ala teroris, kelompok tersebut bisa dengan leluasa membuat serangkaian kegiatan pemboman disana sini, menghancurkan tingginya persentase kunjungan wisatawan mancanegara, apakah anda akan membantu mati-matian pemegang sumpah Tri Brata (POLRI) untuk mencari pelaku pengeboman? TIDAK, terutama anda yang berada jauh dari kota yang diserang teror bom.
Lalu mengapa kita serba lupa? lupa jika setiap negara punya musuh, lupa ada otak raksasa yang menggerakkan semua ini, lupa tentang seruan dan peringatan Mantan Presiden? Aneh, lupa waspada sehingga tidak pernah siaga. Stupid Nasionality. Nasionalisme yang bodoh.
Jika saja ada pernyataan perang besar-besaran kepada musuh prajurit bersorban, sehingga kita bisa ikut mengepung gerak mereka yang sudah merata ada di dalam masyarakat kita tinggal, karena POLRI tidak dapat memborgol dan menembak mereka yang berada dibalik lambang agama dan TNI yang tidak bisa meluncurkan serangan rudal dan roket kepada musuh yang jumlahnya perorangan dan berada di sebuah pemukiman padat penduduk, mereka cerdas dan penuh strategi. Negara dalam bahaya. Rakyat Indonesia seperti sedang menikmati permen berduri, terluka hanya soal waktu. Ironis.


Benarkan nasionalis yang salah
Percepat nasionalis yang terlambat
Cerdaskan nasionalis yang bodoh

Ini tentang paradigma nasionalisme,
bukan paradigma asal marah.

20:16-16042011-ARYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 10 April 2011

Kongkalikong ala Kingkong


Hey teman,
Tidakkah kamu lihat makhluk berperut besar itu sedang bersidang dengan mata berkelopak dan mata hati yang tertutup rapat? aku melihatnya teman, lalu ia terbangun saat bunyi ketukan palu bertabrakan dengan tatakan palu, Tok, Tok, Tok. Ironis.

Hey kawan,
Tidakkah kamu dengar teriak-teriak riuh bergemuruh penuh emosi urat leher tanpa isi, di dalam kandang raksasa berwarna hijau itu? aku mendengarnya kawan, berteriak mempertahankan pesan yang diberikan oleh sang raja. Bodoh.

Hey sobat,
Tidakkah kamu tau paduan suara oleh ratusan kacung licik itu tidak mewakili apa yang dinyanyikan ratusan juta rakyat yang menderita kebodohan dan sedang lapar? aku tau itu sobat, korupsi, kolusi dan nepotisme, mereka sedang membunuh bangsanya sendiri. Sadis.

Hey sahabat,
Tidakkah kamu rasakan mereka sangat mengganggu percepatan Reformasi Indonesia? aku merasakannya sahabat, target legislasi perundangan tidak pernah tercapai setiap tahun, bandingkan dengan gaji yang bergerak linier meningkat. Aneh.

Ya, ini tentang gerombolan Kingkong Super yang super ironis, super bodoh, super sadis dan super aneh.
Kingkong Super, Kingkong Istimewa.

Andai sebelum bersidang selalu diputarkan satu album lagu-lagu iwan fals tentang kemanusiaan
Andai setiap makan siang mereka selalu ditemani khutbah tentang moral dari Aa Gym
Andai dinding-dinding ruang sidang dihiasi gambar-gambar busung lapar dan kekeringan
Andai mobil dinas mereka diganti motor agar merasakan jalanan rusak dan kota yang semakin panas
Andai rumah dinas mereka berada di desa tanpa aliran listrik dan tanpa air bersih
Andai di piring mereka ada tulisan BERAS IMPOR dan di gelas kopi mereka bertulis GULA IMPOR
Andai sampul agenda mereka bertulis daftar perusahaan asing yang sedang mengeruk tambang kita
Andai potongan-potongan kayu illegal logging menjadi pemandangan di halaman gedung megah itu
Andai para pengangguran diberi tempat khusus untuk memelototi mereka di ruang kerja
Andai peci hitam mereka diganti dengan topi tani dari anyaman bambu untuk mengingatkan identitas
Andai pita merah selalu terpasang di jas sehingga mereka ingat jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat
Andai jas hitam impor mereka diganti dengan baju adat masing-masing sehingga tidak kebarat-baratan
Andai ada kewajiban setiap Anggota Dewan memelihara 10 orang putus sekolah dirumahnya
Andai studi banding dilakukan rutin ke daerah-daerah tertinggal bukan ke luar negeri
Andai semua gaji mereka hanya boleh dibelikan untuk produk MADE IN INDONESIA
Andai semua ini terjadi, mereka akan berfikir dan melakukan sesuatu untuk negerinya
Andai semua itu terjadi, mereka layak saya sapa sebagai Anggota Dewan yang terhormat
Dan saya akan selalu berjalan menunduk di depan mereka, bentuk kekaguman.

Jangan berharap demikian keluargaku,
karena kingkong-kingkong tersebut akan berkongkalikong untuk tidak mewujudkannya.

Mereka tidak lebih dari seekor kingkong yang hanya tau perebutan
berebut kekuasaan atas wilayah pemilihan
berebut peran sebagai pimpinan sidang
berebut kedudukan dalam komisi dan kelompok
berebut kekayaan yang diperuntukan untuk rakyat
Mereka tukang berebut, berebut dengan kongkalikong sesama kingkong.

nafsu mereka tidak lagi seperti manusia, tapi binatang.
intuisi mereka bukan sebagai manusia, tapi binatang.
naluri mereka tidak berjalan sebagai manusia, tapi binatang.
sanubari mereka tidak sama sebagai manusia, tapi biantang.
nurani mereka tidak ada seperti manusia, tapi binatang.
Mereka adalah kingkong, bukan manusia, apalagi harus disebut rakyat Indonesia, sulit.

Kita harus tamatkan riwayat kingkong-kingkong tersebut,
atau Indonesia yang tamat.

15:00-10042011-ARYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sakit Cinta



Tidak benar menjadi benar
Tidak Ada jalan menjadi Ada jalan
Saat impossible menjadi possible

Tidak mau menjadi mau
Tidak percaya menjadi percaya
Saat normal menjadi abnormal

Tidak terdengar menjadi terdengar
Tidak terlihat menjadi terlihat
Saat unsensitive menjadi too sensitive

Tidak biasa menjadi biasa
Tidak bisa menjadi bisa
Saat imperfect menjadi perfect

Tidak kuat menjadi kuat
Tidak lega menjadi lega
Saat uncompleted menjadi completed

Aku mau tetap sakit,
Tolong buat aku selalu sakit karena kamu.

Ini saat sakit,
Sakit cinta.

02:00-09042011-ARYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sempurna


Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
kau membuat diriku akan slalu memujimu

Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Reff:
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna.. Sempurna..

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku





By Andra and The Backbone


Powered by Telkomsel BlackBerry®