Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Selasa, 03 Mei 2011

Belahan Nyawa

Bagai diri manunggal yang lahir dari dua pemilik ketuban
Bagai kilapan warna warni iris mata kiri dan mata kanan
Bagai harum sengat terik dan bau tanah tanda akan hujan
Bagai gelitik logat gunung dan cemas lantang tanpa tatanan
Berbeda, namun senyawa.

Kami hampir tidak pernah sepemikiran, namun kami selalu sepaham.
Kami hampir lupa dengan siapa aku, namun kami kenal betul siapa kami.
Kami luar biasa saat bersatu padu.

Melumpuhkan deretan cibiran lawan
Menyokong anyirnya pundak kawan
Bertempur menjajakan strategi teraman
Bertahan saling isi ulang amunisi zaman
Menangkis tembakan dengan empat tangan
Mengangkat serat baja yang melilit neuron
Bergerilya di toleransi dan rangkap jabatan
Berkeringat memutakhirkan pikiran

Aku tersudut, aku ditikam, aku mati
Tapi dia belum, Sang Pemilik Belahan Nyawa.

Dengan setengah nyawa
Aku masih hidup.

Kepada ia yang ku sapa “Sahabat”
Terimalah Kasihku.


22:11-02052011-ARYA

0 komentar:

Posting Komentar