Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Minggu, 10 April 2011

Kongkalikong ala Kingkong


Hey teman,
Tidakkah kamu lihat makhluk berperut besar itu sedang bersidang dengan mata berkelopak dan mata hati yang tertutup rapat? aku melihatnya teman, lalu ia terbangun saat bunyi ketukan palu bertabrakan dengan tatakan palu, Tok, Tok, Tok. Ironis.

Hey kawan,
Tidakkah kamu dengar teriak-teriak riuh bergemuruh penuh emosi urat leher tanpa isi, di dalam kandang raksasa berwarna hijau itu? aku mendengarnya kawan, berteriak mempertahankan pesan yang diberikan oleh sang raja. Bodoh.

Hey sobat,
Tidakkah kamu tau paduan suara oleh ratusan kacung licik itu tidak mewakili apa yang dinyanyikan ratusan juta rakyat yang menderita kebodohan dan sedang lapar? aku tau itu sobat, korupsi, kolusi dan nepotisme, mereka sedang membunuh bangsanya sendiri. Sadis.

Hey sahabat,
Tidakkah kamu rasakan mereka sangat mengganggu percepatan Reformasi Indonesia? aku merasakannya sahabat, target legislasi perundangan tidak pernah tercapai setiap tahun, bandingkan dengan gaji yang bergerak linier meningkat. Aneh.

Ya, ini tentang gerombolan Kingkong Super yang super ironis, super bodoh, super sadis dan super aneh.
Kingkong Super, Kingkong Istimewa.

Andai sebelum bersidang selalu diputarkan satu album lagu-lagu iwan fals tentang kemanusiaan
Andai setiap makan siang mereka selalu ditemani khutbah tentang moral dari Aa Gym
Andai dinding-dinding ruang sidang dihiasi gambar-gambar busung lapar dan kekeringan
Andai mobil dinas mereka diganti motor agar merasakan jalanan rusak dan kota yang semakin panas
Andai rumah dinas mereka berada di desa tanpa aliran listrik dan tanpa air bersih
Andai di piring mereka ada tulisan BERAS IMPOR dan di gelas kopi mereka bertulis GULA IMPOR
Andai sampul agenda mereka bertulis daftar perusahaan asing yang sedang mengeruk tambang kita
Andai potongan-potongan kayu illegal logging menjadi pemandangan di halaman gedung megah itu
Andai para pengangguran diberi tempat khusus untuk memelototi mereka di ruang kerja
Andai peci hitam mereka diganti dengan topi tani dari anyaman bambu untuk mengingatkan identitas
Andai pita merah selalu terpasang di jas sehingga mereka ingat jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat
Andai jas hitam impor mereka diganti dengan baju adat masing-masing sehingga tidak kebarat-baratan
Andai ada kewajiban setiap Anggota Dewan memelihara 10 orang putus sekolah dirumahnya
Andai studi banding dilakukan rutin ke daerah-daerah tertinggal bukan ke luar negeri
Andai semua gaji mereka hanya boleh dibelikan untuk produk MADE IN INDONESIA
Andai semua ini terjadi, mereka akan berfikir dan melakukan sesuatu untuk negerinya
Andai semua itu terjadi, mereka layak saya sapa sebagai Anggota Dewan yang terhormat
Dan saya akan selalu berjalan menunduk di depan mereka, bentuk kekaguman.

Jangan berharap demikian keluargaku,
karena kingkong-kingkong tersebut akan berkongkalikong untuk tidak mewujudkannya.

Mereka tidak lebih dari seekor kingkong yang hanya tau perebutan
berebut kekuasaan atas wilayah pemilihan
berebut peran sebagai pimpinan sidang
berebut kedudukan dalam komisi dan kelompok
berebut kekayaan yang diperuntukan untuk rakyat
Mereka tukang berebut, berebut dengan kongkalikong sesama kingkong.

nafsu mereka tidak lagi seperti manusia, tapi binatang.
intuisi mereka bukan sebagai manusia, tapi binatang.
naluri mereka tidak berjalan sebagai manusia, tapi binatang.
sanubari mereka tidak sama sebagai manusia, tapi biantang.
nurani mereka tidak ada seperti manusia, tapi binatang.
Mereka adalah kingkong, bukan manusia, apalagi harus disebut rakyat Indonesia, sulit.

Kita harus tamatkan riwayat kingkong-kingkong tersebut,
atau Indonesia yang tamat.

15:00-10042011-ARYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

0 komentar:

Poskan Komentar