Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Jumat, 28 Januari 2011

Teori Cinta



Lalu ada apa yang terjadi jika perasaan dijadikan bentuk rumusan-rumusan teori, teori-teori gila akan “sebab akibat” sebuah tindakan dan perasaan. Teori-teori millennium akan “jika maka” yang tidak pernah masuk akal. Membuai perasaan hingga memiliki perasaan yang sama dengan mereka. Tidak terkendali hingga menyakiti diri sendiri tanpa sadar.
Sejak kapan perasaan memilki teori-teori konyol yang menjadi rebutan gengsi dan eksistensi. Mengenal perasaan mereka memang tidak pernah masuk kurikulum di sekolah, kita sudah cukup punya intuisi, naluri, dan akal. Lebih dari cukup.
Mengapa tidak biarkan semua mengalir dan tertahan secara mengejutkan. Terkaget-kaget akan sebuah raut wajah yang lucu, gugup terbata-bata, serak-serak jawaban, lirik tanpa arah, hengalan nafas panjang pendek, hembusan keluh kesah, langkah tatih tatih dan bergerak tidak sempurna. Sandiwara tanpa naskah.
Teori-teori cinta telah menjebak penganutnya pada sekte-sekte idealis yang tersebar luas disana sini. Menjadi kehilangan kepribadian yang selama ini ada pada setiap individu. Jadilah pemilik cinta sendiri, cara sendiri, cerita sendiri, perasaan sendiri, perspektif sendiri, pandangan sendiri, prinsip sendiri, tidak dibawa dan membawa pikiran orang lain, orisinalitas. Mereka tidak spesial dengan prinsip ikut-ikutannya. Hidup dengan identitas palsu. Penuh teori.


15:50-27012011-ARYA

0 komentar:

Poskan Komentar