Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Minggu, 24 Oktober 2010

three words


I just love you.

Words demand explanation. They require analysis. They are the construction and expression of my thoughts. Of my heart. But they can't describe it. They can't describe any of it. They can't tell you how deep the memories are, or how often I think of them. They can't scream what I really want to say. They are the mask of how I really feel and they try to disguise the pain, but someone will strip it away. And someone will make those words worthless.

So what is a word worth? Nothing. What are three words worth? Nothing. But we say them anyway, because you know. You know, more than anyone what they mean. You know when I say I love you, I really mean that those three words can't describe what it is we have. When I say you're amazing, I know the word is just a cover; a quick way for me to remember all the things that amaze me about you, a mask for the memories we share, a disguised version of our adventures together. And I really believe that you know, when I say I miss you, it's not just that. I miss you every moment, and I miss just what your name means to me. It means an alphabet of sounds and letters and words. But none of them really mean anything, because words are based on trust, they rely on how truly and deeply we feel. Remember, always, that they don't mean anything, they are letters and they are constructions, but we deconstruct them every day and we twist them; we manipulate them so that they say what we want them to. But no word, no shape, no photograph could ever twist so far that it could begin to explain even a little bit of how I feel.

- L

i took from http://leloveimage.blogspot.com/2010/10/three-words.html
Lot of NICE posting there..

Sabtu, 23 Oktober 2010

Thanks for coming and please don’t go..

“I don’t remember anything when my mom said about him.”

Iya betul sekali. aku ga inget apa-apa waktu mama tanya tentang dia. masih ingat sangat jelas sekali, lebaran tahun lalu. ketika aku dan keluarga memutuskan untuk merayakannya di Bengkulu. tanggal 20 September 2009, cuma bengong dan muka memelas memohon supaya mama ga paksa aku terus buat keluar ketemu sama anak temen mama itu. aaaaaaaaaah, kesel deh. mama bener-bener ga ngerti anaknya lagi putus cinta. mama keluar dari kamar. tapi, malah satu persatu kakak-kakakku merayu untuk keluar kamar ketemu dia dia itu. “ganteng loh, de!” yayaya itu yg kakak-kakakku bilang. tapi, sumpah deh namanya juga lagi patah hati HANDSOME BOYS ALERT-nya mati seketika. Oke, aku coba untuk keluar. daaaaaaaaaaan ya betul ganteng. tapi, ga tertarik. biasa aja. yaudah aku ke ruang tamu untuk salam-salam sama temen mama dan anaknya itu. Oh, namanya Arya…., singkat cerita temen mama memutuskan untuk pulang karena sudah malam. mereka pulang, dan langsung heboh. mama terus berusaha ingetin aku siapa dia dia itu. tapi, sumpah deh aku lupa bgt, mah.

Besoooknya, tanggal 21 September 2009, jadwal dimana nemenin kakak perempuanku untuk pemotretan di Pantai Panjang, Bengkulu. dan bertemu lagi dengan sosok dia dia itu hmmmmmm seperti sudah diatur sedemikian rupa. tapi ternyata kejadian kali ini benar-benar kebetulan. lucu juga hahaha. dgn gaya klasik yg biasa laki-laki lakukan ketika dia berniat untuk mengajak perempuan berkenalan. si dia dia itu datang dengan basa-basinya hahahahaha tapi, tetap stay cool and lovely aku menanggapinya. dia meminta facebook, ya mungkin minta nomer telfon terlalu klise kali ya.

Singkat cerita singkat cerita. ga singkat juga sih.. kita terus contact dalam satu tahun. dia dekat sama wanita ini itu ini itu, sebel? iya so pasti, ya tapi gimana lagi. aku hanya seorang “adik” saat itu. ketemu hanya sekitar beberapa kali saja.

2 Oktober 2010

“I blushed… I hoped he couldn’t see the electricity coursing through my veins”

Aku menemaninya di hari wisudanya bersama kedua orang tuanya. sumpaaaah, rasa aneh itu benar-benar muncul. deg-degan gila sampe ingin loncat-loncat guling-guling. met his aunt and his uncle, took a lunch w/ his parent and his aunt and met his grandma too. oooooooooo my god, benar-benar membuatku deg-degan setengah mati. bener-bener yaa dia. malam tiba, dan hanya aku dan dia di sebuah tempat makan di dekat kampusnya, sambil menemaninya membuat slide untuk malam inagurasi.

Kejadian itu benar-benar cepat sekali sampai saja aku tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata. dia memakaikan gelang yg sangat cantik sekali, dengan bandul-bandul yg indah. dia mencium tanganku dan berkata “I Love You”, berharap dia tidak dengan jelas melihat betapa tegang dan senangnya aku saat itu. Thanks for coming, Arya. Thank you so much for teach me how to fall in love again :’) :’)


23 Oktober 2010,

Thanks My Love http://ditiranina.tumblr.com/

Jumat, 22 Oktober 2010

Kamu adalah hatiku


Waktu banyak menguji langkah-langkah tak berjejak. Langkah berat yang lama. Langkah sulit penuh perjuangan. Langkah menuju surga dunia, kamu. Bisa melangkah denganmu adalah tantangan.
Waktu lupa menghitung setiap hela nafas. Nafas pendek yang banyak. Nafas sulit penuh pengorbanan. Nafas yang mendenyutkan pusat kebahagiaan, kamu. Bisa bernafas denganmu adalah penantian.
Kini hatimu telah ada disini, tersenyum bersamaku. Aku ingin selalu menjadi hati pertama yang menyapa setiap pagimu. Aku ingin selalu menjadi hati yang mendampingimu makan. Aku ingin selalu menjadi hati yang membantu dalam setiap pekerjaanmu. Aku ingin selalu menjadi hati yang menemanimu menikmati hari. Aku ingin selalu menjadi hati yang menolongmu saat kau terjatuh. Aku ingin selalu menjadi hati terakhir yang menutup setiap malammu. Hati ku akan selalu menjaga hati mu.
Namun selalu ada tantangan dan penantian dengan mu. Aku menjaga hati ku tetap dalam rasa penasaran. Penasaran menaklukan tantangan demi tantangan bersama hati mu. Penasaran menanti kejutan demi kejutan bersama hati mu. Dengan begini, jantung hati ku tetap berdenyut karena ada hati mu.
Aku bicara hati, maka aku bicara tentang kamu. Karena kamu adalah hatiku.


00.02-22102010-ARYA

Sabtu, 16 Oktober 2010

Entah Apa



Entah sedang apa
Entah tempat apa
Entah bicara apa
Entah tentang apa
Entah bawa apa
Entah cara apa
Entah rasanya apa
Entah harus apa
Entah dapat apa
Entah jadi apa

Hanya satu yang aku tau,
“bahagia itu apa”


02:00-16102010-ARYA