Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Rabu, 22 September 2010

Pengadilan Aku Dan Kamu


Tuhan menciptakan pengadilan untuk umatnya
Dia ingin menimbang dosa dan pahala
Lalu memberi hukuman di neraka atau imbalan di surga

Negara menciptakan pengadilan untuk rakyatnya
Ia ingin membuktikan kesalahan dan kebenaran
Lalu memberi hukuman di penjara atau pembebasan

Aku menciptakan pengadilan untuk aku dan kamu
Aku ingin tau siapa yang berbohong dan dibohongi
Lalu memberi hukuman kepada aku atau kamu

Keadilan adalah hitungan yang tidak sederhana
Ia menjadi rumit oleh pelaku permainan otak


03:00-22092010-ARYA

Memori Gila



Terbujur kaku aku mendengarnya bernyanyi untuk aku dan kamu. Suara yang kuingat, kamu.
Terpejam gelap aku melihat jutaan gambar aku dan kamu. Gambar satu sudut pandang, aku.
Tertidur pulas aku memimpikan khayalan aku dan kamu. Khayalan dan impian, bersamamu.
Tersentak bangun aku menyadari kesalahan aku dan kamu. Salah membuat cerita, bersamaku.


Aku menyimpan dengan baik-baik sampah yang membusuk dan dikerubungi lalat itu. Terjaga dengan rapih diatas meja kristal tanpa debu. Kebingungan harus dibuang kemana dan kapan. Aku tergesa-gesa. Aku tidak sabar.

Aku menjebloskan diri dalam kubangan memori gila dengan sadar. Terbawa emosi yang mengembang dan mengempis seirama nafas. Kebingungan mencari jalan keluar. Aku terburu-buru. Aku ingin cepat.

Aku tau ini membuang waktu dan energi.


02:09-22092010-ARYA

Rabu, 15 September 2010

Mohon Maaf, Bukan Minta Maaf



Dunia dan seisinya tau jika manusia adalah makhluk hidup yang paling sempurna dari makhluk hidup lainnya, namun manusia tau bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia yang sempurna. Dengan demikian manusia dapat disebut sebagai makhluk yang paling sempurna dengan kekurangan paling sedikit. Masih ada kata kekurangan.

Ternyata satu kata kekurangan tersebut dapat melahirkan banyak definisi kekurangan yang tidak harfiah. Menjadikan manusia tertutupi dengan dosa atas kesalahan yang terjadi karena kekurangannya itu. Kemudian manusia membagi dirinya sendiri kedalam klasifikasi manusia dengan kesalahan terkecil hingga terbesar. Manusia punya kesempurnaan otak yang hebat untuk menjawab pertanyaan Tuhan “Mana yang harus dikerjakan dan ditinggalkan?”. Tentu yang dikerjakan adalah mana yang baik dan yang ditinggalkan adalah yang buruk, jelas maksudnya namun sulit dilakukan.

Bagaimana mungkin manusia tetap saja melakukan hal-hal yang buruk hingga menjadikan ia manusia yang bersifat buruk? ada milyaran jawaban dari setiap manusia yang berbeda-beda soal ini. Mungkin sifat buruk ini dapat dimaafkan oleh manusia di dunia dan Tuhan di akhirat. Jika ia minta maaf.

Lalu bayangkan jika sifat buruk itu adalah sebuah kebohongan nan besar bernama penghianatan. Penghianatan lahir dari egoisme yang luar biasa hingga membutakan mata dan terjadi dengan penuh kesadaran serta kesengajaan. Dan tidak ada satu pun alasan yang membenarkan sebuah penghianatan. Mungkin penghianatan ini dapat dimaafkan oleh manusia di dunia dan Tuhan di akhirat. Hanya jika ia mohon maaf.

Manusia sebagai pemulung pahala dari luasnya dosa, harus dapat menggunakan kesempurnaannya sebagai mesin pencetak pahala yang canggih dan kuat.


01:11-15082010-ARYA

Selasa, 07 September 2010

Darahku darahmu



Sepekan yang lalu saya kangen mereka berdua, ayah dan ibu. Entah kenapa nama besar mereka selalu melintas di depan mata saya. Rasa itu selalu hadir, terutama saat saya melakukan hal-hal yang saya anggap besar. Mungkin saya sedang butuh perhatian mereka atau sekedar ingin berbagi cerita dengan kedua orang tua saya.

Hari ini saya berada dirumah mereka. Menjadi lengkap rasanya saat bertemu dengan seluruh bagian keluarga. Menyaksikan langsung keseharian mereka seperti mendenyutkan kembali nadi saya. Begitu pula saat berbagi cerita dengan mereka, nasihat mereka menyadarkan saya, saya tidak sendiri di dunia ini, Terima kasih tuhan.

Banyak waktu bersama keluarga yang saya tinggalkan, kadang saya menyesal mengapa harus memilih hidup jauh dari mereka sejak masih kecil. Saya merasa kehilangan banyak cerita dirumah ini, rumah tempat saya dibesarkan dengan kasih dan sayang yang sempurna.
Sedikit prestasi dan jasa yang dapat saya berikan kepada mereka, malah sebaliknya, mereka terlalu luar biasa untuk saya dan keluarga ini. Tuhan, kabulkanlah permohanan hamba dalam setiap doa kepada Mu.

Saya mencintai mereka lebih dari kemilau duniawi. Apapun saya lakukan untuk mereka, termasuk mati. Darah ini telah mengikat kencang antara saya dan mereka. Darah ini mengalir untuk membuat mereka bahagia. Karena darahku adalah darahmu wahai ayahanda dan ibunda. Maaf telah menjadi anak yang durhaka dan terima kasih telah menjadi orang tua yang sabar dan tegar.


00:15-07092010-ARYA