Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Seremonial Titik Tengah


Dengan kelopak mata yang masih menari manja, ia terbangun dari dekapan lembutnya pagi. Ia teringat tentang sebuah tanggal yang menjadi panggilan untuk hari ini, hari ulang tahun. Ia ingin tahu akhir cerita satu hari ini, bergegas ia tunaikan setiap detik hari ini dengan pengharapan-pengharapan yang tidak memaksa.


Berjalan dengan denyut nadi yang naik turun, ia tetap berjalan. Terutama saat apresiasi itu datang berduyun-duyun kepadanya, disana ia bahagia, begitupun semua yang melihatnya. Mungkin itu mengapa hari itu menjadi ditunggu-tunggu, karena semua tenggelam dalam suka. Demikian hari itu berakhir berkesan.

Hari itu hanya menjadi titik tengah dari perjalanan tahunan yang sesungguhnya. Dan ia masih berulang tahun hingga hari ini, ia masih mensketsa diri dengan perubahan, perbaikan dan penyempurnaan. Sesekali ia menghapus goresan-goresan yang salah dan menggantinya dengan goresan yang lebih baik hingga tercipta gambar yang sempurna. Ada banyak masalah besar yang ia hadapi hingga hari ulang tahunnya, dan ada pekerjaan penting yang akan ia lakukan setelah hari ulang tahunnya. Semua itu terangkum dalam seremonial yang tidak lebih adalah untaian dari kata syukur. Seremonial untuk keberhasilan hari kemarin dan seremonial untuk pengharapan hari esok. Semua rasa tercampur rata dalam benak.

Bahagialah selalu seperti berada di hari ulang tahun setiap hari. Mengistimewakan setiap hari yang diberikan tuhan. Sehingga tidak ada sedetikpun waktu untuk menggerutui diri. Selamat berulang tahun. Selamat berulang bahagia.


00:04-07082010-ARYA

Jumat, 06 Agustus 2010

Menertawakan Gambar Diri


Sekarang saya tertawa melihat gambar diri saat itu
Nanti saya akan tertawa melihat gambar diri saat ini

Gambar diri menjadi ketukan palu dari sebuah sikap
Gambar diri menjadi tolak ukur dari perubahan
Gambar diri menjadi faktor koreksi yang abadi
Gambar diri menunjukkan eksistensi zaman

Waktu telah menggambar diri tanpa henti
Waktu ingin menunjukkan pendewasaan itu ada


10:00-05082010-ARYA

Bukan Tujuan Proposal



Saya yang paling mengerti tujuan saya apa
Saya yang paling mengenali diri saya siapa
Saya yang paling paham posisi saya dimana
Saya yang paling tahu kemampuan saya seberapa
Saya yang paling kenal kekurangan saya bagaimana
Dan saya yang paling yakin atas tercapainya cita-cita saya

Saya tidak menyebutnya sebagai mimpi,
Karena mimpi dibuat tanpa strategi tapi dengan tumpuan tangan
Saya menyebutnya sebagai cita-cita,
Karena cita-cita dibuat dengan arah yang nyata dengan tulisan tangan

Cita-cita menjadi tujuan hidup saya
Ia melambangkan sebuah lautan keringat
Ia tergambarkan sebagai bingkai waktu
Ia disapa dengan obsesi yang ambisius
Ia akan menjadi warisan yang tetap hidup
Ia menjadi milik dunia yang sejahtera
Tujuan itu sedang saya kerjakan

Tujuan saya tidak seperti tujuan yang ada di dalam proposal
Jelas dan terbuka untuk siapa saja yang melihat
Tujuan saya tidak seperti tujuan yang ada di dalam laporan
Sitematis dan dapat dipelajari siapa saja yang membaca
Tujuan saya tidak dapat dilihat dengan mudah sekarang
Lihatlah nanti apa yang saya bawa untuk dunia
Tujuan saya tidak diam dan berhenti pada satu titik
Cita-cita itu bergerak melompat-lompat maju


02:10-06082010-ARYA