Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Kamis, 27 Mei 2010

Perdamaian Bertekanan



Kami bersatu sebagai sahabat, bukan teman. Kami besar sebagai pemenang, bukan yang kalah. Kami hebat sebagai penggerak, bukan digerakkan. Kami juara sebagai bukti, bukan sekedar rencana. Kami jaya sebagai laki-laki, bukan yang lain. Kami adalah persahabatan.
Kami cerdas, tapi ada kalanya emosi membuat kami sangat bodoh. Jika telah tiba sebuah waktu saat kami sama-sama dungu, meledaklah ego yang biasanya terkendali. Sebuah dunia baru yang mencekam dilangkahi dengan percaya diri. Kami masuk kedalam permusuhan dan penyesalan.
Kami dungu, tapi lebih sering menjadi orang yang bingung. Kaki dan tangan kami seolah beradaptasi dengan perpecahan. Sebuah lubang yang sangat kecil menjadi celah konflik besar. Beragam alasan yang kuat telah mampu mendorong paksa kami masuk ke lubang tersebut. Kami saling menghianati satu sama lain.
Kami selalu kuat menghadapi berbagai tekanan, dan lemah saat menghadapinya sendirian. Tekanan demi tekanan menghampiri kami setiap saat. Tekanan tersebut menampar kami saat bicara, tekanan tersebut menyandung kami saat berjalan, tekanan tersebut memukul kami saat diam hingga tekanan tersebut menikam kami saat tidur . Tekanan tersebut membuat kami kalah dan berdamai.
Kami menjadi sadar akan perjalanan menanjak kami yang panjang, berliku, berlubang, berbatu dan licin. Sangat tidak aman dan tidak mudah. Pertikaian kami hanya membuat kami lumpuh.
Ini tentang persahabatan, persahabatan adalah energi kami.


10:27-27052010-ARYA

Selasa, 18 Mei 2010

Karang Tak Mampu Di Pecah Ombak Tapi Karang Mampu Terkikis Ombak

Berkali – kali ombak mencoba tuk memecahkan karang yang bediri kokoh di tepian pantai. Karang masih beridiri kokoh hingga ombak sendiri yang terpecah tak beraturan, titik demi titik air laut menyebar tanpa arah terbawa hembusan angin yang menuju ke pantai. Mungkin sebuah usaha yang sia – sia bagi ombak yang mencoba memecahkan karang itu, tapi begitulah ombak selalu mencoba tuk bisa memecahkan karang yang kokoh itu, ombak mengakui kalau memang dia tak akan mampu memcahkan karang yang berdiri kokoh itu, tapi sebuah keyakinan muncul kalau dia mampu mengikis sedikit demi sedikit kerasnya karang itu, entah kapan karang itu hilang, dia sadar butuh waktu yang cukup lama tuk mampu mengikis karang yang kokoh itu sampai tak tersisa, hingga ombak mampu menjamah lembutnya pasir pantai yang putih penuh dengan sebuah ke indahan.

Jangan pernah berharap mampu melihat ombak memecahkan sebuah karang yang beridiri kokoh begitu saja, tapi coba lihatlah ombak itu mengikis sedikit demi sedikit karang itu, entah sampai kapan mampu melihatnya mungkin diri kan selalu di selimuti sebuah rasa kebosanan, hingga terfikir nikmati saja ombak yang melaju ke sisi pantai tanpa ada sebuah penghalang karang yang tak kunjung hilang. Saat memandang karang yang masih berdiri kokoh itu dan ombak masih menghantam tanpa lelah, hati berkata dan penuh tanya, sampai kapan? Mungkinkah ombak mampu mengikis karang itu hingga habis tak tersisa? Entah sampai kapan itu bisa terjadi mungkin itu hanya sebuah angan dari seorang yang bodoh, yang masih terus setia melihat ombak mengikis karang….

AIGA on May 2010

Sabtu, 15 Mei 2010

-Photos de l'homme-



J'ai couru et là où la terre tourne dans le même sens. Vous étiez derrière moi et le soleil de venir avec nous. et le monde nous voit courir après un rêve. Corde corde dangling belle imagination. Nous le connaissons.

Nous pouvons également rejeter le temps, avec une image. Gestes de l'homme dans le silence. C'est une longue histoire dans la dimension. La colère des couleurs. Qui crie dans le cadre. Sourire dans le document. Rire dans le verre. Une histoire, seule photo. Photos de l'homme.



20:15-15052010-ARYA

Senin, 10 Mei 2010

Filosofi Kereta



Kereta dari pertama diciptakan dengan keringat dan kekurangan, hingga kini selalu berubah wujudnya, namun tidak tujuannya sebagai alat transportasi. Demikian pula manusia, dari pertama ia dilahirkan dengan teriakan sang ibu bersama tangisan sang bayi, hingga kini menjadi manusia dewasa, tujuan hidupnya tetap sama, kebahagiaan.
Kereta akan melakukan perecepatan sebelum melaju dengan kecepatan yang stabil. Tidak ada kereta yang melaju langsung dengan kecepatan maksimum, pastilah dari lambat menjadi cepat. Demikian pula manusia yang melewati proses panjang sebelum meraih kesuksesan, ia harus berjalan lambat dan hati-hati bahkan terkadang terjatuh dan berjalan lagi hingga kesuksesan yang diinginkan tercapai, tidak ada yang meraih kesuksesan langsung sekejap mata, bilapun ada, kesuksesan itu akan segera runtuh.
Kereta yang sangat nyaman terasa selalu berjalan lurus hingga penumpang tidak merasakaan bahwa sang kereta sedang berbelok, mendaki ataupun menurun. Demikian pula manusia, hidupnya berjalan biasa-biasa saja hari demi hari, namun manusia tidak sadar jika perjalanan hidupnya sedang berbelok, menanjak ataupun menurun, lihatlah dengan menengok daftar cita-cita kebelakang sesekali. Hingga manusia tetap menuju pada stasiun impiannya.
Kereta, rel kereta, stasiun kereta, dan instrumen lainnya diciptakan saling menyokong dan sinergis oleh penciptanya. Demikian pula manusia, manusia diciptakan tuhan untuk berjalan diatas garis-garis hidup yang telah tuhan ciptakan, begitupula akhir perjalanan panjang manusia, tuhan telah mempersiapkan akhir cerita yang mengejutkan kelak. Tuhan menciptakan semua dengan hebat.
Kereta berjalan diatas rel, diatas jembatan, ditepi sungai, dipinggir danau, melewati terowongan dan melewati banyak palang pintu, hingga sang kereta dapat melaju kencang dengan aman tanpa harus berhenti. Demikian pula manusia yang melawati berbagai rintangan berbahaya yang menjadi masalah-masalah dalam hidup manusia. Namun akan selalu ada keluarga yang menjadi jembatan untuk melewati masalah-masalah hidup ini, dan selalu ada sahabat yang melindungi manusia dari bahaya-bahaya disekitar jalan kehidupan manusia. Mereka membuat kita berjalan dengan aman setiap harinya.
Kereta berhenti di stasiun-stasiun yang lain-lain rasanya, dan dengan waktu berhenti yang macam-macam pula. Demikian pula manusia, manusia akan berhenti sejenak pada suatu peristiwa bahagia ataupun sedih, dan manusia tersebut yang menentukan berapa lama akan berhenti di stasiun tersebut. Manusia dapat memperlambat dan mempercepat keberadaannya dalam setiap stasiun.
Kereta dengan gerbong-gerbong panjang yang selalu mengikuti gerbong utama tempat masinis mengemudikan rangkaian kereta panjang. Demikian pula manusia yang bebas akan selalu mendengarkan kata hati dalam setiap pilihan jalan yang bercabang. Menjadikan kata hati sebagai pusat kendali yang selalu diandalkan, dan logika sebagai faktor koreksinya.
Ini tentang filosofi sebuah kereta. Banyak ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan manusia pada sebuah kereta. Dan menjadi mulia saat manusia yang menerapkan nilai-nilai yang ada pada ciptaannya, kereta.


01:13-09052010-ARYA

Menertawakan Yang Abnormal



Menjadi sangat menyenangkan ketika kita dapat tertawa. Tertawa kecil, tertawa manja, tertawa lepas atau tertawa terbahak-bahak sekalipun. Tertawa tidak akan muncul tanpa objek penderita. Menjadi sesuatu yang sangat menggelitik ketika sang objek melakukan atau dilakukan dengan tidak wajar. Tentu saja yang abnormal itu aneh dan lucu.
Apakah sang objek penderita siap untuk ditertawakan? Satu hal yang kadang kita lupa. Jika siap, kita akan sama-sama tertawa, jika tidak? Entahlah. Ini soal kestabilan emosional, bagaimana mungkin seorang tentara yang habis bertempur sekuat jiwa raga di medan perang, seketika harus ikut tertawa bersama komandannya? konyol.
Apakah perlakuan yang tidak wajar itu selalu untuk ditertawakan? Yang tidak wajar selalu akan lucu, namun jika sudah berlebihan, menjadi momok yang menjijikan dan akan hanya ditertawai mereka yang punya gangguan jiwa.
Apakah ada waktu yang tepat untuk tertawa? kita bukan bianatang yang dapat melakukan segala nafsu sesuai kemauan, namun akan ada waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya, tidak hanya untuk tertawa, tapi juga menangis.
Apakah semua yang abnormal itu pantas ditertawakan? Jika kita masih punya rasa, tentu menjadi hal yang tabu untuk menertawai mereka yang cacat, memang aneh tapi tidak lucu.
Atau bagi mereka yang siap dan senang menjadi objek penderita harus menggali dalam-dalam lemparan balasan agar mereka tidak ditertawakan berlarut-larut, karena memang pada dasarnya kita hanya ingin menertawakan, tidak untuk ditertawakan. Mungkin akan menjadi mudah dimengerti jika kita melihat acara komedi dengan penampilan para pelawak yang humoris, mereka bergantian menjadi orang yang tersudutkan, dan itu lucu.
Kita dapat tertawa dengan lantang di situasi dan kondisi yang tepat. Situasi dan kondisi yang cair dan hangat. Kita tertawa melihat mereka sedih, namun kita sedih ketika kita yang ditertawakan.

05:00-10052010-ARYA