Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Senin, 29 Maret 2010

Arti Kesempurnaan



Kelima indera sang bapak tua itu belum sepakat tentang arti dari kesempurnaan. Mereka memiliki pandangan masing-masing mengenai kesempurnaan. Seperti biasa, setelah ia mengukir akar kayu mahoni, dengan teliti ia membaca kesempurnaannya.
Mata
Ia mengelilingi patung tersebut hingga hapal bentuk pastinya. Bahkan sesekali ia menjinjitkan kakinya agar dapat melihat bagian yang tidak terlihat dibalik kacamata kotornya. Dan tidak ketinggalan ia sempat mengangkat patung tersebut dari meja untuk sekedar memuaskan hatinya jika bagian bawah patung tersebut benar-benar sempurna tanpa cacat. Ia tidak pernah melihat dari satu sudut pandang saja.
Hidung
Sambil menghisap sebatang rokok dibibirnya, ia masih tetap bisa mencium aroma khas dari akar pohon mahoni. Bertahun-tahun ia habiskan umurnya hanya untuk mengukir kayu, waktu telah banyak mengajarkannya mengenali aroma khas dari tiap pohon, bukan dari bentuknya seperti kebanyakan orang dalam mengenali pohon. Ia tahu persis kesiapan pohon mahoni ini untuk dipahat, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.
Mulut
Tidak ada satupun kata yang ia ucapkan selama mengukir. Kali ini mulutnya hanya terdiam mengalah dengan keempat indera lainnya, dan memberikan porsi yang besar untuk berfikir. Dengan diam ia dapat berfikir jauh lebih banyak dibandingkan saat berbicara. Ia baru mengeluarkan nada seraknya saat menjual patungnya nanti. Menyampaikan keunggulan hasil jerih payahnya. Ia menggunakan hak bicaranya setelah tanggung jawabnya selesai.
Telinga
Dari kejauhan beberapa rekannya memberikan komentar-komentar yang berbeda. “kurang ini pak, kurang itu pak” ujar beberapa rekannya. Namun sang bapak tua tetap teguh dengan idealismenya. Ia percaya dengan kemampuan dan hasilnya nanti. Tidak ada teori yang lebih pintar daripada pengalaman pribadi dan tidak ada sentuhan yang lebih kuat daripada karakter pribadi. Ia tetap mengukir sesuai dengan naluri dan imajinasinya. Idealisme sungguh dekat dengan egoisme.
Tangan
Dengan tangan kasarnya, Ia meraba setiap bagian patung. Ia akan lebih yakin jika mengukur langsung kedalaman ukirannya dengan tangannya. Ia dapat langsung merasakan sudut-sudut yang kurang pas dari sebuah lekukkan. Dengan tangannya ia melukai bagian demi bagian akar dan membersihkannya. Tajamnya pisau ukir mungkin terasa sakit bagi sang akar, terluka dan membekas, namun semua akan menjadi indah saat semua bagian dari akar tersebut terpahat.
Dan kini, ia sedang duduk dibelakang karyanya, menunggu pembeli menawarkan harga yang adil. Masih ada tiga patung lagi yang tersisa di trotoar jalan itu. Ia menghusap wajahnya yang mulai meneteskan keringat sambil sesekali mengelap patung-patungnya dari debu. Ia sangat mengharapkan uang hasil penjualan ketiga patungnya ini, agar ia dapat segera membeli kaki palsu untuk kaki kanannya. Karena tongkat yang selama ini ia gunakan telah rapuh dan tidak kuat lagi menopang berat badannya.
Dibalik kelebihan ada kekurangan, dibalik kekurangan ada kelebihan.


04:00-07032010-ARYA

Cinta



Kata yang selalu sulit saya ucapkan, kata yang selalu tanpa makna buat saya, kata yang sedikit membuat saya kesal ketika mendengarnya, kata yang pengertiannya banyak bagi saya, kata yang identik dengan darah untuk saya, kata yang mengingatkan saya dengan penghianatan, kata yang menjerumuskan saya dari kebahagiaan, dan kata yang menjadikan saya selalu bingung, namun kata yang istimewa bagi mereka, cinta.
Tapi saya percaya akan adanya cinta, saya tidak dapat melihatnya, namun saya dapat merasakannya di bagian tubuh saya, entah dimana. Cinta dapat menciptakan karakter untuk saya saat merasakannya, cinta itu sangat labil ditangan manusia.
cinta dapat dirubah manusia
cinta dapat berubah sendiri
dan cinta dapat merubah manusia.
Saat saya merasakannya, entah mengapa otot-otot saya mengendur, seperti suntikan yang menyebar cepat disekujur tubuh. Lagi-lagi saya harus percaya jika cinta membuat saya lemah dan benci membuat saya kuat. Lalu mengapa mereka senang memeluk cinta jika selalu menjadi lemah. Ternyata kata tersebut butuh penjabaran lebih panjang untuk dimengerti.
Ketika saya selalu bercerita padanya, Itu nyaman
Ketika saya selalu mengingatkannya, itu perhatian
Ketika saya selalu ingin di dekatnya, itu manja
Ketika saya selalu memujinya, Itu penghargaan
Ketika saya selalu memikirkannya, itu kangen
Ketika saya selalu berkorban untuknya, itu ikhlas
Ketika saya selalu mendoakannya, itu tulus
Ketika saya selalu memberinya yang terbaik, itu kasih
Ketika saya selalu ingin menjaganya, itu sayang
Ketika saya selalu jujur untuknya, itu setia
Dan ketika perasaan saya biasa saja karena telah terbiasa dengan hal tersebut, boleh jadi itu cinta, karena bagi saya, cinta itu tidak ada rasanya.
Walau tidak ada rasanya, tapi saya merasakan sensasinya. Sebanyak manusia di bumi, sebanyak itu pula Tuhan menawarkan sensasi yang berbeda-beda. Mungkin manusia yang sempat hidup di dunia ini tidak ada yang sempat merasakan seluruhnya satu per satu. Karena memang bukan itu tujuannya tuhan menciptakan cinta, bukan untuk diberikan kesempatan mencicipinya, tapi untuk dipelihara hingga malaikat pencabut nyawa melaksanakan tugas Tuhan kepada saya.


03:00-27032010-ARYA

Minggu, 21 Maret 2010

Dia


aku tidak seperti dia
aku berbeda dengan dia
aku tak akan bisa menjadi dia
aku bukan dia

kamu tidak seperti dia
kamu berbeda dengan dia
kamu tak akan bisa menjadi dia
kamu bukan dia

andai tak pernah ada dia
tidak akan pernah ada sebuah kata perbandingan
karena ada dia
aku tahu mana yang terbaik

kamu, bukan dia.


01:00-21032010-ARYA

Selasa, 09 Maret 2010

Cerita Rahasia



Tuhan, saya kagum dengan semua kisah yang telah, sedang dan akan saya lewati. Rahasia-rahasia dibalik jalan cerita ini sungguh membuat saya hanyut dalam dinginnya dasar samudra yang tidak juga membentuk bongkahan es. Rahasia dalam cerita yang telah saya lalui menumpuk begitu saja tanpa pernah saya bongkar lagi, sedangkan rahasia dalam cerita yang sedang saya alami masih belum jelas akhirnya, dan rahasia dalam cerita yang akan datang rasanya tidak mungkin ditebak.
Kadang,
Tuhan memberikan sesuatu yang tidak saya butuhkan.
Tuhan mengambil apa yang sangat saya cintai.
Tuhan mencuri kebahagiaan dan menggantinya dengan pilu.
Tuhan menjegal rencana dengan masalah.
Tuhan menurunkan bencana dan malapetaka.
Tuhan menciptakan dua pilihan yang sulit.
Tuhan membuat pahala dan dosa tidak tampak.
Dan Tuhan masih merahasiakan semua alasannya dari saya.
Saya tahu, Tuhan ingin memperlihatkan kekuasaannya dan Tuhan ingin tetap membuat saya mawas diri dan tidak sombong. Saya tahu, saya harus tetap bersyukur saat ini, karena selalu ada hal yang dapat saya syukuri entah apapun itu. Sekarang, saya hanya dapat bersyukur, memanfaatkan dan membagi apa yang telah Tuhan berikan kepada saya. Saya tahu, Tuhan sayang kepada saya.

18:00-09032010-ARYA