Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Thanks for coming and please don’t go..

“I don’t remember anything when my mom said about him.”

Iya betul sekali. aku ga inget apa-apa waktu mama tanya tentang dia. masih ingat sangat jelas sekali, lebaran tahun lalu. ketika aku dan keluarga memutuskan untuk merayakannya di Bengkulu. tanggal 20 September 2009, cuma bengong dan muka memelas memohon supaya mama ga paksa aku terus buat keluar ketemu sama anak temen mama itu. aaaaaaaaaah, kesel deh. mama bener-bener ga ngerti anaknya lagi putus cinta. mama keluar dari kamar. tapi, malah satu persatu kakak-kakakku merayu untuk keluar kamar ketemu dia dia itu. “ganteng loh, de!” yayaya itu yg kakak-kakakku bilang. tapi, sumpah deh namanya juga lagi patah hati HANDSOME BOYS ALERT-nya mati seketika. Oke, aku coba untuk keluar. daaaaaaaaaaan ya betul ganteng. tapi, ga tertarik. biasa aja. yaudah aku ke ruang tamu untuk salam-salam sama temen mama dan anaknya itu. Oh, namanya Arya…., singkat cerita temen mama memutuskan untuk pulang karena sudah malam. mereka pulang, dan langsung heboh. mama terus berusaha ingetin aku siapa dia dia itu. tapi, sumpah deh aku lupa bgt, mah.

Besoooknya, tanggal 21 September 2009, jadwal dimana nemenin kakak perempuanku untuk pemotretan di Pantai Panjang, Bengkulu. dan bertemu lagi dengan sosok dia dia itu hmmmmmm seperti sudah diatur sedemikian rupa. tapi ternyata kejadian kali ini benar-benar kebetulan. lucu juga hahaha. dgn gaya klasik yg biasa laki-laki lakukan ketika dia berniat untuk mengajak perempuan berkenalan. si dia dia itu datang dengan basa-basinya hahahahaha tapi, tetap stay cool and lovely aku menanggapinya. dia meminta facebook, ya mungkin minta nomer telfon terlalu klise kali ya.

Singkat cerita singkat cerita. ga singkat juga sih.. kita terus contact dalam satu tahun. dia dekat sama wanita ini itu ini itu, sebel? iya so pasti, ya tapi gimana lagi. aku hanya seorang “adik” saat itu. ketemu hanya sekitar beberapa kali saja.

2 Oktober 2010

“I blushed… I hoped he couldn’t see the electricity coursing through my veins”

Aku menemaninya di hari wisudanya bersama kedua orang tuanya. sumpaaaah, rasa aneh itu benar-benar muncul. deg-degan gila sampe ingin loncat-loncat guling-guling. met his aunt and his uncle, took a lunch w/ his parent and his aunt and met his grandma too. oooooooooo my god, benar-benar membuatku deg-degan setengah mati. bener-bener yaa dia. malam tiba, dan hanya aku dan dia di sebuah tempat makan di dekat kampusnya, sambil menemaninya membuat slide untuk malam inagurasi.

Kejadian itu benar-benar cepat sekali sampai saja aku tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata. dia memakaikan gelang yg sangat cantik sekali, dengan bandul-bandul yg indah. dia mencium tanganku dan berkata “I Love You”, berharap dia tidak dengan jelas melihat betapa tegang dan senangnya aku saat itu. Thanks for coming, Arya. Thank you so much for teach me how to fall in love again :’) :’)


23 Oktober 2010,

Thanks My Love http://ditiranina.tumblr.com/

0 komentar:

Posting Komentar