Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Rabu, 15 September 2010

Mohon Maaf, Bukan Minta Maaf



Dunia dan seisinya tau jika manusia adalah makhluk hidup yang paling sempurna dari makhluk hidup lainnya, namun manusia tau bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia yang sempurna. Dengan demikian manusia dapat disebut sebagai makhluk yang paling sempurna dengan kekurangan paling sedikit. Masih ada kata kekurangan.

Ternyata satu kata kekurangan tersebut dapat melahirkan banyak definisi kekurangan yang tidak harfiah. Menjadikan manusia tertutupi dengan dosa atas kesalahan yang terjadi karena kekurangannya itu. Kemudian manusia membagi dirinya sendiri kedalam klasifikasi manusia dengan kesalahan terkecil hingga terbesar. Manusia punya kesempurnaan otak yang hebat untuk menjawab pertanyaan Tuhan “Mana yang harus dikerjakan dan ditinggalkan?”. Tentu yang dikerjakan adalah mana yang baik dan yang ditinggalkan adalah yang buruk, jelas maksudnya namun sulit dilakukan.

Bagaimana mungkin manusia tetap saja melakukan hal-hal yang buruk hingga menjadikan ia manusia yang bersifat buruk? ada milyaran jawaban dari setiap manusia yang berbeda-beda soal ini. Mungkin sifat buruk ini dapat dimaafkan oleh manusia di dunia dan Tuhan di akhirat. Jika ia minta maaf.

Lalu bayangkan jika sifat buruk itu adalah sebuah kebohongan nan besar bernama penghianatan. Penghianatan lahir dari egoisme yang luar biasa hingga membutakan mata dan terjadi dengan penuh kesadaran serta kesengajaan. Dan tidak ada satu pun alasan yang membenarkan sebuah penghianatan. Mungkin penghianatan ini dapat dimaafkan oleh manusia di dunia dan Tuhan di akhirat. Hanya jika ia mohon maaf.

Manusia sebagai pemulung pahala dari luasnya dosa, harus dapat menggunakan kesempurnaannya sebagai mesin pencetak pahala yang canggih dan kuat.


01:11-15082010-ARYA

0 komentar:

Poskan Komentar