Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Selasa, 07 September 2010

Darahku darahmu



Sepekan yang lalu saya kangen mereka berdua, ayah dan ibu. Entah kenapa nama besar mereka selalu melintas di depan mata saya. Rasa itu selalu hadir, terutama saat saya melakukan hal-hal yang saya anggap besar. Mungkin saya sedang butuh perhatian mereka atau sekedar ingin berbagi cerita dengan kedua orang tua saya.

Hari ini saya berada dirumah mereka. Menjadi lengkap rasanya saat bertemu dengan seluruh bagian keluarga. Menyaksikan langsung keseharian mereka seperti mendenyutkan kembali nadi saya. Begitu pula saat berbagi cerita dengan mereka, nasihat mereka menyadarkan saya, saya tidak sendiri di dunia ini, Terima kasih tuhan.

Banyak waktu bersama keluarga yang saya tinggalkan, kadang saya menyesal mengapa harus memilih hidup jauh dari mereka sejak masih kecil. Saya merasa kehilangan banyak cerita dirumah ini, rumah tempat saya dibesarkan dengan kasih dan sayang yang sempurna.
Sedikit prestasi dan jasa yang dapat saya berikan kepada mereka, malah sebaliknya, mereka terlalu luar biasa untuk saya dan keluarga ini. Tuhan, kabulkanlah permohanan hamba dalam setiap doa kepada Mu.

Saya mencintai mereka lebih dari kemilau duniawi. Apapun saya lakukan untuk mereka, termasuk mati. Darah ini telah mengikat kencang antara saya dan mereka. Darah ini mengalir untuk membuat mereka bahagia. Karena darahku adalah darahmu wahai ayahanda dan ibunda. Maaf telah menjadi anak yang durhaka dan terima kasih telah menjadi orang tua yang sabar dan tegar.


00:15-07092010-ARYA

2 komentar:

Helnariong mengatakan...

waaaaa sedih... ;(
Ena jd kangen Lahat be, pgn ketemu kakek-nenek, sejak sakit belum kesana lg. Hiks Hiks

Tubagus Aryandi Gunawan mengatakan...

wahahahaaa..
gak maksud bikin ena sedih.. :p
ya tinggal ke lahat lah na..
lewat pantai SUMATRA yang eksostis..

Posting Komentar