Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Senin, 10 Mei 2010

Menertawakan Yang Abnormal



Menjadi sangat menyenangkan ketika kita dapat tertawa. Tertawa kecil, tertawa manja, tertawa lepas atau tertawa terbahak-bahak sekalipun. Tertawa tidak akan muncul tanpa objek penderita. Menjadi sesuatu yang sangat menggelitik ketika sang objek melakukan atau dilakukan dengan tidak wajar. Tentu saja yang abnormal itu aneh dan lucu.
Apakah sang objek penderita siap untuk ditertawakan? Satu hal yang kadang kita lupa. Jika siap, kita akan sama-sama tertawa, jika tidak? Entahlah. Ini soal kestabilan emosional, bagaimana mungkin seorang tentara yang habis bertempur sekuat jiwa raga di medan perang, seketika harus ikut tertawa bersama komandannya? konyol.
Apakah perlakuan yang tidak wajar itu selalu untuk ditertawakan? Yang tidak wajar selalu akan lucu, namun jika sudah berlebihan, menjadi momok yang menjijikan dan akan hanya ditertawai mereka yang punya gangguan jiwa.
Apakah ada waktu yang tepat untuk tertawa? kita bukan bianatang yang dapat melakukan segala nafsu sesuai kemauan, namun akan ada waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya, tidak hanya untuk tertawa, tapi juga menangis.
Apakah semua yang abnormal itu pantas ditertawakan? Jika kita masih punya rasa, tentu menjadi hal yang tabu untuk menertawai mereka yang cacat, memang aneh tapi tidak lucu.
Atau bagi mereka yang siap dan senang menjadi objek penderita harus menggali dalam-dalam lemparan balasan agar mereka tidak ditertawakan berlarut-larut, karena memang pada dasarnya kita hanya ingin menertawakan, tidak untuk ditertawakan. Mungkin akan menjadi mudah dimengerti jika kita melihat acara komedi dengan penampilan para pelawak yang humoris, mereka bergantian menjadi orang yang tersudutkan, dan itu lucu.
Kita dapat tertawa dengan lantang di situasi dan kondisi yang tepat. Situasi dan kondisi yang cair dan hangat. Kita tertawa melihat mereka sedih, namun kita sedih ketika kita yang ditertawakan.

05:00-10052010-ARYA

1 komentar:

fetty mengatakan...

bagus kak....
menggelitik tapi pantas untuk jadi bahan renungan...

Posting Komentar