Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Senin, 10 Mei 2010

Filosofi Kereta



Kereta dari pertama diciptakan dengan keringat dan kekurangan, hingga kini selalu berubah wujudnya, namun tidak tujuannya sebagai alat transportasi. Demikian pula manusia, dari pertama ia dilahirkan dengan teriakan sang ibu bersama tangisan sang bayi, hingga kini menjadi manusia dewasa, tujuan hidupnya tetap sama, kebahagiaan.
Kereta akan melakukan perecepatan sebelum melaju dengan kecepatan yang stabil. Tidak ada kereta yang melaju langsung dengan kecepatan maksimum, pastilah dari lambat menjadi cepat. Demikian pula manusia yang melewati proses panjang sebelum meraih kesuksesan, ia harus berjalan lambat dan hati-hati bahkan terkadang terjatuh dan berjalan lagi hingga kesuksesan yang diinginkan tercapai, tidak ada yang meraih kesuksesan langsung sekejap mata, bilapun ada, kesuksesan itu akan segera runtuh.
Kereta yang sangat nyaman terasa selalu berjalan lurus hingga penumpang tidak merasakaan bahwa sang kereta sedang berbelok, mendaki ataupun menurun. Demikian pula manusia, hidupnya berjalan biasa-biasa saja hari demi hari, namun manusia tidak sadar jika perjalanan hidupnya sedang berbelok, menanjak ataupun menurun, lihatlah dengan menengok daftar cita-cita kebelakang sesekali. Hingga manusia tetap menuju pada stasiun impiannya.
Kereta, rel kereta, stasiun kereta, dan instrumen lainnya diciptakan saling menyokong dan sinergis oleh penciptanya. Demikian pula manusia, manusia diciptakan tuhan untuk berjalan diatas garis-garis hidup yang telah tuhan ciptakan, begitupula akhir perjalanan panjang manusia, tuhan telah mempersiapkan akhir cerita yang mengejutkan kelak. Tuhan menciptakan semua dengan hebat.
Kereta berjalan diatas rel, diatas jembatan, ditepi sungai, dipinggir danau, melewati terowongan dan melewati banyak palang pintu, hingga sang kereta dapat melaju kencang dengan aman tanpa harus berhenti. Demikian pula manusia yang melawati berbagai rintangan berbahaya yang menjadi masalah-masalah dalam hidup manusia. Namun akan selalu ada keluarga yang menjadi jembatan untuk melewati masalah-masalah hidup ini, dan selalu ada sahabat yang melindungi manusia dari bahaya-bahaya disekitar jalan kehidupan manusia. Mereka membuat kita berjalan dengan aman setiap harinya.
Kereta berhenti di stasiun-stasiun yang lain-lain rasanya, dan dengan waktu berhenti yang macam-macam pula. Demikian pula manusia, manusia akan berhenti sejenak pada suatu peristiwa bahagia ataupun sedih, dan manusia tersebut yang menentukan berapa lama akan berhenti di stasiun tersebut. Manusia dapat memperlambat dan mempercepat keberadaannya dalam setiap stasiun.
Kereta dengan gerbong-gerbong panjang yang selalu mengikuti gerbong utama tempat masinis mengemudikan rangkaian kereta panjang. Demikian pula manusia yang bebas akan selalu mendengarkan kata hati dalam setiap pilihan jalan yang bercabang. Menjadikan kata hati sebagai pusat kendali yang selalu diandalkan, dan logika sebagai faktor koreksinya.
Ini tentang filosofi sebuah kereta. Banyak ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan manusia pada sebuah kereta. Dan menjadi mulia saat manusia yang menerapkan nilai-nilai yang ada pada ciptaannya, kereta.


01:13-09052010-ARYA

2 komentar:

fetty mengatakan...

briliant!!!

Raditya Y.S mengatakan...

Nice

Poskan Komentar