Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Jumat, 22 Januari 2010

Lelaki Perkasa


Sepertinya tuhan memang enggan membuat replika surga di dunia yang benar-benar fana ini. Tuhan lebih senang mengangkat martabat lelaki lewat kegagalan, kekalahan, kekacauan, kesulitan, dan penderitaan dalam bingkai masalah yang lelaki ciptakan sendiri tanpa sadar.

Lelaki itu memang dijatuhkan di momentum yang tepat. Entah kapan momentum itu akan kembali, tak ada yang dapat memastikannya. Yang pasti, kini lelaki itu terduduk lemah. Ia kehilangan pedang dan tameng yang selama ini menjadikannya lelaki perkasa di medan perang. Kehilangan itu tak membuatnya larut dalam kebingungan, justru adrenalin dengan cepat memenuhi tubuhnya. Ia segera berdiri tanpa membutuhkan momentum yang berisikan kesempatan atau semacamnya. Ia hanya butuh sebuah inspirasi dalam nuansa yang nyaman walau hanya sepersekian detik saja.

Tentu saja bukan perkara mudah berdiri di saat detik detik terakhir denyut jantung berhenti. Bahkan lelaki itu tidak sempat menangis di dalam air matanya sendiri, namun ia sempat menjerit sekali di dalam kotak kecil perasaannya. Hanya itu.

Dengan perjuangannya kembali, ia baru dapat berteriak “menang” atas pengalaman pengalaman yang tidak pernah ia arsipkan. Demikian lelaki itu tetap berdiri walaupun dipaksa duduk oleh jutaan manusia. Lelaki yang perkasa itu lahir dari pengalaman yang luar biasa.


02:00-22012010-ARYA

0 komentar:

Posting Komentar