Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Minggu, 26 Desember 2010

Generasi Pelurus Bangsa

(Sudah lama saya menyimpan naskah ini untuk terus disempurnakan dari bulan agustus 2010 yang lalu, akhirnya selesai juga, ini isi pemikiran saya tentang generasi muda, selamat membaca)



Sebuah bangsa yang dikandung selama 353 Tahun
Janin yang tumbuh besar dengan penderitaan
Beberapa kali pendarahan akibat peperangan
Persalinan dengan tumpahan keringat pejuang
Hingga dilahirkan sebuah bangsa baru yang besar
Suku, agama, ras dan adat bangsa yang satu
Ia bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia
Bangsa lain melihatnya sebagai Garuda Pancasila

Bangsa Indonesia lahir sebagai bayi yang kuat bertahan dari keterbatasan hingga mampu berpindah-pindah rumah dari Jakarta, Yogyakarta hingga Bukit Tinggi dan pemerintahan yang labil dibawah perdana menteri.
Bangsa Indonesia rupanya menjadi balita yang berani untuk merangkak dan pintar bicara di depan Negara-negara lain yang merupakan teman sebaya bahkan berani membentak Negara maju yang lebih tua.
Bangsa Indonesia mampu tumbuh sebesar anak kecil setelah melewati upaya pembunuhan dari Negara lain dan sakit berkepanjangan akibat gerakan-gerakan anti persatuan yang menyebarluas di negeri ini.
Bangsa Indonesia kini menjadi remaja yang miskin dan sakit-sakitan akibat biaya perang dan terlalu sering membeli mainan seperti jembatan, monumen, dan gedung-gedung mewah.
Bangsa Indonesia berhasil bertahan hingga menjadi anak remaja yang kaya raya dari hasil minyak bumi dan gas alam yang berlimpah ruah dan tetap menumpuk hutang dengan alasan defisit anggaran.
Bangsa Indonesia terus besar menjadi dewasa yang disegani lawan karena berhasil melewati era industrialisasi hingga menjadi macan asia.
Bangsa Indonesia terus bertambah umur hingga ia baru sadar sedang berada didalam tirani kekuasaan abadi hingga ia melukai dirinya sendiri untuk menjadi Negara demokratis atas nama reformasi.
Bangsa Indonesia kini sudah cukup tua namun masih memakai perhiasan masalah-masalah fundamental seperti kemiskinan dan kebodohan.
Bangsa Indonesia tidak akan mati, Kami generasi muda berada di lini terdepan mempertahankanmu habis-habisan dan kami berada di lini tengah untuk memperbaikimu sekuat tenaga. Kami berada di setiap titik untukmu, Indonesiaku.

Seharusnya yang salah berani mengaku salah dan minta maaf
Yang terjadi malah yang salah semakin salah dengan penjelasan bohongnya
Yang terjadi malah pembodohan masyarakat akibat keterangan tanpa bukti
Sepertinya ia lupa manusia tidak luput dari kesalahan
Ia menjadi terlihat sangat bodoh dengan keegoisan dan gengsinya

Seharusnya kita tidak gelap mata hingga mempermainkan keadilan
Tidak ada yang istimewa di negeri ini termasuk Presiden,
Tidak ada hak azasi yang berbeda pada Rakyat Indonesia,
Sang peminta dan pemberi perlakuan khusus adalah penghianat,
Penghianat rumahnya di penjara hingga akhir hayat.

Seharusnya kemajuan itu kita kejar
Bukan selalu mengikuti kemajuan dengan membeli
Bukan selalu mengeluh jika kita tertinggal
Kita telah tertinggal jauh, maka makin banyak yang harus dilakukan
Kita dapat ikut menciptakan kemajuan jika mau

Seharusnya kita dapat berdiri diatas kaki sendiri,
Jika tidak mampu, kita dapat duduk diatas paha sendiri,
Jika masih sulit, kita harus dapat tidur diatas punggung sendiri, titik.
Dengan kata lain kita harus dapat mandiri dengan kemampuan bangsa sendiri,
Dari kita, oleh kita dan untuk kita, bukan bangsa lain.

Seharusnya kita tidak mengecewakan Tuhan
Ia telah memberikan harta yang berlimpah hingga bangsa lain iri
Ia telah memberikan modal kesombongan untuk bangsa kita
Syukuri apa yang telah tuhan berikan dan maksimalkan penggunaannya
Tidak ada alasan Negara kita untuk menjadi miskin.

Seharusnya kita hidup sebagai pekerja keras dan pekerja cerdas
Hidup dengan totalitas pengorbanan untuk Negara tercinta
Hidup tanpa waktu untuk menyesali dan meratapi kegagalan
Hanya jika kita selalu maksimal mengerjakan sesuatu
Hingga tidak ada waktu untuk menyalahkan orang lain

Seharusnya kita tidak bisa tidur tenang dan nyaman
Karena tugas kita telah menumpuk dan terus menumpuk
Karena mereka yang kelaparan sedang menunggu kita turun tangan
Pola penyelamatan mereka harus dibuat matang dan terlaksana, tidak cukup memberi uang sekali
Jika belum menyelamatkan satu nyawa manusia selama hidup, celakalah negeriku

Seharusnya kita menjadi bangsa yang cerdas dan bermartabat
Jangan pernah berharap dilayani jika tak pernah melayani
Jangan pernah berharap dihormati jika tak pernah menghormati
Perilaku anarkis menyamakan kita dengan naluri binatang
ada maksud, ada pelicin, ada hasut, maka ada adu domba

Seharusnya kita telah bersatu sebelum perampok itu datang,
Dan tetap bersatu saat keringat dan darah membasahi pahlawan
Dan hingga awal bangsa ini menyentuh garuda dan merah putih
Pada hakikatnya kita bersatu saat ada musuh yang sama dan ada cita-cita yang sama,
Setelah musuh kalah dan cita-cita tergapai, kembali cerai berai.

Jangan lupa,
Perubahan itu akan selalu datang,
Dan kita harus siap menghadapi orang yang setia menghalangi perubahan

Terimakasih kepada generasi pertama bangsa atas sebuah kemerdekaan ini
Terimakasih pada generasi setelah kemerdekaan yang telah membuat bom waktu
Terimakasih pada generasi yang sedang berkuasa yang tidak mampu menjinakan bom hingga meledak
Selamat datang untuk generasiku, generasi perbaikan total masalah-masalah bangsa.
Kami tidak hanya generasi penerus bangsa, namun kami juga generasi pelurus bangsa

Generasi muda bangsa itu kami,
Generasi pelurus bangsa itu kami,
Kami akan meluruskan arah kemudi Negara ini kepada tujuan awalnya
Kami akan meluruskan cara kemudi Negara dengan supremasi hukum

Dengan kebodohan dan ketamakan, yang berkuasa tak akan mampu membenahi ini semua,
Dengan persatuan generasi muda, kita memperoleh kekuasaan untuk menuntaskan semua ini.

Ini untuk indonesiaku
Inilah saatnya.


00:26-26122010-ARYA

Senin, 13 Desember 2010

Kamu Asal Keberanian dan Ketakutan Ku



Musim itu telah membuat ku menyelam hingga dalam ke ruang gelap dan sepi. Aku terduduk lemas disana tanpa sedikitpun lembaian cahaya, namun justru dengan buaian dingin hingga membeku. Aku putus asa. Aku takut mati konyol disini. Aku sekarat.


Lalu aku melihat kamu, dengan senyum tanpa kata. Aku dan kamu disini dengan alasan yang sama, penghianatan oleh penjahat bertopeng. Kamu perlahan berdiri dan mulai berjalan tertatih-tatih. Kamu menjadi alasan terakhir kenapa aku harus meninggalkan tempat ini. Seketika jubah ketakutan ku itu terbakar menjadi debu keberanian yang menyala. Aku berdiri dan berlari menghampirimu, kemudian mengangkatmu dengan kedua tanganku yang masih penuh luka. Aku tahu satu-satunya jalan keluar dari tempat ini. Aku ingin cepat keluar darisini bersama mu.


Akhirnya aku dan kamu selamat. Kembali hidup dengan kehangatan yang jauh lebih baik. Jurang-jurang buatan yang sama itu ada di depan mata dan badai petir sesekali membelah ketenangan, aku tidak pernah takut melewati semuanya. Penjahat-penjahat bertopeng itu kembali mengusik dan pendengki pun ikut meramaikan perjalanan aku dan kamu, aku tidak pernah takut menghadapi mereka. Kini aku justru takut kepadamu. Aku takut pada setiap perubahan darimu. Tolong jangan berubah, tetaplah seperti ini, seperti aku melihat kamu pertama kali. Jujur dan setia.


Waktu hanya akan memberikan aku dan kamu kesempatan untuk mengetahui banyak alasan, sehingga melakukan perubahan secara sadar ataupun tidak. Perubahan yang tidak bisa dihindari setiap orang, termasuk aku dan kamu. Berharap perubahan itu adalah hal yang bisa diterima dengan alasan yang tepat, hanya jika ada alasan yang tepat. Perubahan akan dijawab dengan perubahan, seperti aksi dan reaksi yang membuatnya kembali seimbang. Keseimbangan itu adil, walaupun terasa lebih pahit atau terlalu manis.

Kamu merubah ku menjadi berani dan kini aku takut kamu menjadi berubah. Aku punya keberanian karena kamu. Aku punya ketakutan karena kamu. Kamu asal keberanian dan ketakutan ku.

15:11-11122010-ARYA

Minggu, 28 November 2010

Adelaide Sky



I need to know what's on your mind
These coffee cups are getting cold
Mind the people passing by
They don't know I'll be leaving soon

I'll fly away tomorrow
To far away
I'll admit a cliché
Things won't be the same without you

I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me

I'll let you know what's on my mind
I wish they've made you portable
Then I'll carry you around and round
I bet you'll look good on me

I'll fly away tomorrow
It's been fun
I'll repeat the cliché
Things won't be the same without you

I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me

I've been meaning to call you soon
But we're in different times
You might not be home now
Would you take a message
I'll try to stay awake
And fight your presence in my head

I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me


by Adhitia Sofyan

i love this song, when i went to Depok and Cilegon, vice versa. i always keeping my eyes to the sky, remembering you. Then i would change the title to be Depok Sky or Cilegon Sky, that's sounds so wierd, but i always change it by my self for sure. Thanks aditya sofyan for made this song gorgeous..!!

Ledakan Nyali



Langit ini terasa banyak melempariku energi. Seperti hujan badai yang airnya tertampung pada sebuah tembikar raksasa. Air itu adalah energi.
Bumi pun terasa begitu banyak meredam energiku. Seperti mengalirkan air dari sebuah tembikar raksasa ke muka bumi. Tembikar itu adalah aku.
Tembikar raksasa itu penuh dengan air, lalu habis kering tak bersisa. Energi itu datang dan pergi.
Air itu mengalir di lubang-lubang kecil pada tembikar. Energi tak bisa lama disimpan.
Energi bisa habis, tidak demikian dengan nyali.
Nyali memuncak, sedangkan energi menurun.
Kekuatan dan kecerdasan yang hebat itu energi.
Kemauan dan keberanian yang kuat itu nyali.
Energi itu menyulut ledakan nyali.
Aku butuh keduanya.

12:32-28112010-ARYA

Mimpi Ini Nyata


Aku berharap semua sesuai keinginanku, Ini mimpi. Aku akan mewujudkan banyak rencana raksasa, Ini mimpi. Aku membayangkan segenap hidupku bahagia, Ini mimpi. Aku terus menghayal Aku pasti bisa, Ini mimpi. Aku memohon tuhan untuk selalu baik padaku, Ini mimpi.Mimpi, hanya mimpi Dan terus menjadi mimpi.

Aku mendapat sebuah cerita yang tak ingin Aku dengar, Ini nyata. Aku mendapat apa yang tidak Aku harapkan, Ini nyata. Aku bertemu masalah masalah baru, Ini nyata. Aku dihadapkan pada pilihan sulit, Ini nyata. Aku selalu bertemu kebingungan, Ini nyata. Nyata, hanya kenyataan Dan terus menjadi kenyataan.
Mimpi ini begitu nyata, Lalu bangun kan aku saat buaian mimpi ini membuatku buta arah. Dan sadarkan aku jika kenyataan ini bukan mimpi. Aku tidak akan pernah lari dari kenyataan, aku akan lari mengejar mimpi-mimpiku.


10:00-21112010-ARYA

Minggu, 24 Oktober 2010

three words


I just love you.

Words demand explanation. They require analysis. They are the construction and expression of my thoughts. Of my heart. But they can't describe it. They can't describe any of it. They can't tell you how deep the memories are, or how often I think of them. They can't scream what I really want to say. They are the mask of how I really feel and they try to disguise the pain, but someone will strip it away. And someone will make those words worthless.

So what is a word worth? Nothing. What are three words worth? Nothing. But we say them anyway, because you know. You know, more than anyone what they mean. You know when I say I love you, I really mean that those three words can't describe what it is we have. When I say you're amazing, I know the word is just a cover; a quick way for me to remember all the things that amaze me about you, a mask for the memories we share, a disguised version of our adventures together. And I really believe that you know, when I say I miss you, it's not just that. I miss you every moment, and I miss just what your name means to me. It means an alphabet of sounds and letters and words. But none of them really mean anything, because words are based on trust, they rely on how truly and deeply we feel. Remember, always, that they don't mean anything, they are letters and they are constructions, but we deconstruct them every day and we twist them; we manipulate them so that they say what we want them to. But no word, no shape, no photograph could ever twist so far that it could begin to explain even a little bit of how I feel.

- L

i took from http://leloveimage.blogspot.com/2010/10/three-words.html
Lot of NICE posting there..

Sabtu, 23 Oktober 2010

Thanks for coming and please don’t go..

“I don’t remember anything when my mom said about him.”

Iya betul sekali. aku ga inget apa-apa waktu mama tanya tentang dia. masih ingat sangat jelas sekali, lebaran tahun lalu. ketika aku dan keluarga memutuskan untuk merayakannya di Bengkulu. tanggal 20 September 2009, cuma bengong dan muka memelas memohon supaya mama ga paksa aku terus buat keluar ketemu sama anak temen mama itu. aaaaaaaaaah, kesel deh. mama bener-bener ga ngerti anaknya lagi putus cinta. mama keluar dari kamar. tapi, malah satu persatu kakak-kakakku merayu untuk keluar kamar ketemu dia dia itu. “ganteng loh, de!” yayaya itu yg kakak-kakakku bilang. tapi, sumpah deh namanya juga lagi patah hati HANDSOME BOYS ALERT-nya mati seketika. Oke, aku coba untuk keluar. daaaaaaaaaaan ya betul ganteng. tapi, ga tertarik. biasa aja. yaudah aku ke ruang tamu untuk salam-salam sama temen mama dan anaknya itu. Oh, namanya Arya…., singkat cerita temen mama memutuskan untuk pulang karena sudah malam. mereka pulang, dan langsung heboh. mama terus berusaha ingetin aku siapa dia dia itu. tapi, sumpah deh aku lupa bgt, mah.

Besoooknya, tanggal 21 September 2009, jadwal dimana nemenin kakak perempuanku untuk pemotretan di Pantai Panjang, Bengkulu. dan bertemu lagi dengan sosok dia dia itu hmmmmmm seperti sudah diatur sedemikian rupa. tapi ternyata kejadian kali ini benar-benar kebetulan. lucu juga hahaha. dgn gaya klasik yg biasa laki-laki lakukan ketika dia berniat untuk mengajak perempuan berkenalan. si dia dia itu datang dengan basa-basinya hahahahaha tapi, tetap stay cool and lovely aku menanggapinya. dia meminta facebook, ya mungkin minta nomer telfon terlalu klise kali ya.

Singkat cerita singkat cerita. ga singkat juga sih.. kita terus contact dalam satu tahun. dia dekat sama wanita ini itu ini itu, sebel? iya so pasti, ya tapi gimana lagi. aku hanya seorang “adik” saat itu. ketemu hanya sekitar beberapa kali saja.

2 Oktober 2010

“I blushed… I hoped he couldn’t see the electricity coursing through my veins”

Aku menemaninya di hari wisudanya bersama kedua orang tuanya. sumpaaaah, rasa aneh itu benar-benar muncul. deg-degan gila sampe ingin loncat-loncat guling-guling. met his aunt and his uncle, took a lunch w/ his parent and his aunt and met his grandma too. oooooooooo my god, benar-benar membuatku deg-degan setengah mati. bener-bener yaa dia. malam tiba, dan hanya aku dan dia di sebuah tempat makan di dekat kampusnya, sambil menemaninya membuat slide untuk malam inagurasi.

Kejadian itu benar-benar cepat sekali sampai saja aku tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata. dia memakaikan gelang yg sangat cantik sekali, dengan bandul-bandul yg indah. dia mencium tanganku dan berkata “I Love You”, berharap dia tidak dengan jelas melihat betapa tegang dan senangnya aku saat itu. Thanks for coming, Arya. Thank you so much for teach me how to fall in love again :’) :’)


23 Oktober 2010,

Thanks My Love http://ditiranina.tumblr.com/

Jumat, 22 Oktober 2010

Kamu adalah hatiku


Waktu banyak menguji langkah-langkah tak berjejak. Langkah berat yang lama. Langkah sulit penuh perjuangan. Langkah menuju surga dunia, kamu. Bisa melangkah denganmu adalah tantangan.
Waktu lupa menghitung setiap hela nafas. Nafas pendek yang banyak. Nafas sulit penuh pengorbanan. Nafas yang mendenyutkan pusat kebahagiaan, kamu. Bisa bernafas denganmu adalah penantian.
Kini hatimu telah ada disini, tersenyum bersamaku. Aku ingin selalu menjadi hati pertama yang menyapa setiap pagimu. Aku ingin selalu menjadi hati yang mendampingimu makan. Aku ingin selalu menjadi hati yang membantu dalam setiap pekerjaanmu. Aku ingin selalu menjadi hati yang menemanimu menikmati hari. Aku ingin selalu menjadi hati yang menolongmu saat kau terjatuh. Aku ingin selalu menjadi hati terakhir yang menutup setiap malammu. Hati ku akan selalu menjaga hati mu.
Namun selalu ada tantangan dan penantian dengan mu. Aku menjaga hati ku tetap dalam rasa penasaran. Penasaran menaklukan tantangan demi tantangan bersama hati mu. Penasaran menanti kejutan demi kejutan bersama hati mu. Dengan begini, jantung hati ku tetap berdenyut karena ada hati mu.
Aku bicara hati, maka aku bicara tentang kamu. Karena kamu adalah hatiku.


00.02-22102010-ARYA

Sabtu, 16 Oktober 2010

Entah Apa



Entah sedang apa
Entah tempat apa
Entah bicara apa
Entah tentang apa
Entah bawa apa
Entah cara apa
Entah rasanya apa
Entah harus apa
Entah dapat apa
Entah jadi apa

Hanya satu yang aku tau,
“bahagia itu apa”


02:00-16102010-ARYA

Rabu, 22 September 2010

Pengadilan Aku Dan Kamu


Tuhan menciptakan pengadilan untuk umatnya
Dia ingin menimbang dosa dan pahala
Lalu memberi hukuman di neraka atau imbalan di surga

Negara menciptakan pengadilan untuk rakyatnya
Ia ingin membuktikan kesalahan dan kebenaran
Lalu memberi hukuman di penjara atau pembebasan

Aku menciptakan pengadilan untuk aku dan kamu
Aku ingin tau siapa yang berbohong dan dibohongi
Lalu memberi hukuman kepada aku atau kamu

Keadilan adalah hitungan yang tidak sederhana
Ia menjadi rumit oleh pelaku permainan otak


03:00-22092010-ARYA

Memori Gila



Terbujur kaku aku mendengarnya bernyanyi untuk aku dan kamu. Suara yang kuingat, kamu.
Terpejam gelap aku melihat jutaan gambar aku dan kamu. Gambar satu sudut pandang, aku.
Tertidur pulas aku memimpikan khayalan aku dan kamu. Khayalan dan impian, bersamamu.
Tersentak bangun aku menyadari kesalahan aku dan kamu. Salah membuat cerita, bersamaku.


Aku menyimpan dengan baik-baik sampah yang membusuk dan dikerubungi lalat itu. Terjaga dengan rapih diatas meja kristal tanpa debu. Kebingungan harus dibuang kemana dan kapan. Aku tergesa-gesa. Aku tidak sabar.

Aku menjebloskan diri dalam kubangan memori gila dengan sadar. Terbawa emosi yang mengembang dan mengempis seirama nafas. Kebingungan mencari jalan keluar. Aku terburu-buru. Aku ingin cepat.

Aku tau ini membuang waktu dan energi.


02:09-22092010-ARYA

Rabu, 15 September 2010

Mohon Maaf, Bukan Minta Maaf



Dunia dan seisinya tau jika manusia adalah makhluk hidup yang paling sempurna dari makhluk hidup lainnya, namun manusia tau bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia yang sempurna. Dengan demikian manusia dapat disebut sebagai makhluk yang paling sempurna dengan kekurangan paling sedikit. Masih ada kata kekurangan.

Ternyata satu kata kekurangan tersebut dapat melahirkan banyak definisi kekurangan yang tidak harfiah. Menjadikan manusia tertutupi dengan dosa atas kesalahan yang terjadi karena kekurangannya itu. Kemudian manusia membagi dirinya sendiri kedalam klasifikasi manusia dengan kesalahan terkecil hingga terbesar. Manusia punya kesempurnaan otak yang hebat untuk menjawab pertanyaan Tuhan “Mana yang harus dikerjakan dan ditinggalkan?”. Tentu yang dikerjakan adalah mana yang baik dan yang ditinggalkan adalah yang buruk, jelas maksudnya namun sulit dilakukan.

Bagaimana mungkin manusia tetap saja melakukan hal-hal yang buruk hingga menjadikan ia manusia yang bersifat buruk? ada milyaran jawaban dari setiap manusia yang berbeda-beda soal ini. Mungkin sifat buruk ini dapat dimaafkan oleh manusia di dunia dan Tuhan di akhirat. Jika ia minta maaf.

Lalu bayangkan jika sifat buruk itu adalah sebuah kebohongan nan besar bernama penghianatan. Penghianatan lahir dari egoisme yang luar biasa hingga membutakan mata dan terjadi dengan penuh kesadaran serta kesengajaan. Dan tidak ada satu pun alasan yang membenarkan sebuah penghianatan. Mungkin penghianatan ini dapat dimaafkan oleh manusia di dunia dan Tuhan di akhirat. Hanya jika ia mohon maaf.

Manusia sebagai pemulung pahala dari luasnya dosa, harus dapat menggunakan kesempurnaannya sebagai mesin pencetak pahala yang canggih dan kuat.


01:11-15082010-ARYA

Selasa, 07 September 2010

Darahku darahmu



Sepekan yang lalu saya kangen mereka berdua, ayah dan ibu. Entah kenapa nama besar mereka selalu melintas di depan mata saya. Rasa itu selalu hadir, terutama saat saya melakukan hal-hal yang saya anggap besar. Mungkin saya sedang butuh perhatian mereka atau sekedar ingin berbagi cerita dengan kedua orang tua saya.

Hari ini saya berada dirumah mereka. Menjadi lengkap rasanya saat bertemu dengan seluruh bagian keluarga. Menyaksikan langsung keseharian mereka seperti mendenyutkan kembali nadi saya. Begitu pula saat berbagi cerita dengan mereka, nasihat mereka menyadarkan saya, saya tidak sendiri di dunia ini, Terima kasih tuhan.

Banyak waktu bersama keluarga yang saya tinggalkan, kadang saya menyesal mengapa harus memilih hidup jauh dari mereka sejak masih kecil. Saya merasa kehilangan banyak cerita dirumah ini, rumah tempat saya dibesarkan dengan kasih dan sayang yang sempurna.
Sedikit prestasi dan jasa yang dapat saya berikan kepada mereka, malah sebaliknya, mereka terlalu luar biasa untuk saya dan keluarga ini. Tuhan, kabulkanlah permohanan hamba dalam setiap doa kepada Mu.

Saya mencintai mereka lebih dari kemilau duniawi. Apapun saya lakukan untuk mereka, termasuk mati. Darah ini telah mengikat kencang antara saya dan mereka. Darah ini mengalir untuk membuat mereka bahagia. Karena darahku adalah darahmu wahai ayahanda dan ibunda. Maaf telah menjadi anak yang durhaka dan terima kasih telah menjadi orang tua yang sabar dan tegar.


00:15-07092010-ARYA

Sabtu, 07 Agustus 2010

Seremonial Titik Tengah


Dengan kelopak mata yang masih menari manja, ia terbangun dari dekapan lembutnya pagi. Ia teringat tentang sebuah tanggal yang menjadi panggilan untuk hari ini, hari ulang tahun. Ia ingin tahu akhir cerita satu hari ini, bergegas ia tunaikan setiap detik hari ini dengan pengharapan-pengharapan yang tidak memaksa.


Berjalan dengan denyut nadi yang naik turun, ia tetap berjalan. Terutama saat apresiasi itu datang berduyun-duyun kepadanya, disana ia bahagia, begitupun semua yang melihatnya. Mungkin itu mengapa hari itu menjadi ditunggu-tunggu, karena semua tenggelam dalam suka. Demikian hari itu berakhir berkesan.

Hari itu hanya menjadi titik tengah dari perjalanan tahunan yang sesungguhnya. Dan ia masih berulang tahun hingga hari ini, ia masih mensketsa diri dengan perubahan, perbaikan dan penyempurnaan. Sesekali ia menghapus goresan-goresan yang salah dan menggantinya dengan goresan yang lebih baik hingga tercipta gambar yang sempurna. Ada banyak masalah besar yang ia hadapi hingga hari ulang tahunnya, dan ada pekerjaan penting yang akan ia lakukan setelah hari ulang tahunnya. Semua itu terangkum dalam seremonial yang tidak lebih adalah untaian dari kata syukur. Seremonial untuk keberhasilan hari kemarin dan seremonial untuk pengharapan hari esok. Semua rasa tercampur rata dalam benak.

Bahagialah selalu seperti berada di hari ulang tahun setiap hari. Mengistimewakan setiap hari yang diberikan tuhan. Sehingga tidak ada sedetikpun waktu untuk menggerutui diri. Selamat berulang tahun. Selamat berulang bahagia.


00:04-07082010-ARYA

Jumat, 06 Agustus 2010

Menertawakan Gambar Diri


Sekarang saya tertawa melihat gambar diri saat itu
Nanti saya akan tertawa melihat gambar diri saat ini

Gambar diri menjadi ketukan palu dari sebuah sikap
Gambar diri menjadi tolak ukur dari perubahan
Gambar diri menjadi faktor koreksi yang abadi
Gambar diri menunjukkan eksistensi zaman

Waktu telah menggambar diri tanpa henti
Waktu ingin menunjukkan pendewasaan itu ada


10:00-05082010-ARYA

Bukan Tujuan Proposal



Saya yang paling mengerti tujuan saya apa
Saya yang paling mengenali diri saya siapa
Saya yang paling paham posisi saya dimana
Saya yang paling tahu kemampuan saya seberapa
Saya yang paling kenal kekurangan saya bagaimana
Dan saya yang paling yakin atas tercapainya cita-cita saya

Saya tidak menyebutnya sebagai mimpi,
Karena mimpi dibuat tanpa strategi tapi dengan tumpuan tangan
Saya menyebutnya sebagai cita-cita,
Karena cita-cita dibuat dengan arah yang nyata dengan tulisan tangan

Cita-cita menjadi tujuan hidup saya
Ia melambangkan sebuah lautan keringat
Ia tergambarkan sebagai bingkai waktu
Ia disapa dengan obsesi yang ambisius
Ia akan menjadi warisan yang tetap hidup
Ia menjadi milik dunia yang sejahtera
Tujuan itu sedang saya kerjakan

Tujuan saya tidak seperti tujuan yang ada di dalam proposal
Jelas dan terbuka untuk siapa saja yang melihat
Tujuan saya tidak seperti tujuan yang ada di dalam laporan
Sitematis dan dapat dipelajari siapa saja yang membaca
Tujuan saya tidak dapat dilihat dengan mudah sekarang
Lihatlah nanti apa yang saya bawa untuk dunia
Tujuan saya tidak diam dan berhenti pada satu titik
Cita-cita itu bergerak melompat-lompat maju


02:10-06082010-ARYA

Jumat, 23 Juli 2010

Soal Rasa



Bukan jumlah, banyak atau sedikit
Bukan bentuk, besar atau kecil
Bukan tampilan, bagus atau buruk
Bukan berat, berat atau ringan
Bukan ukuran, panjang atau pendek
Bukan waktu, lama atau sebentar
Bukan harga, mahal atau murah
Tapi ini soal rasa, tidak bisa dinilai dan tidak bernilai

Labil membuat rasa
Labil mengungkap rasa
Labil menerima rasa
Labil memahami rasa
Dan selalu labil saat rasa itu terasa


00:23-23072010-ARYA

Senin, 19 Juli 2010

Laki-laki Dan Penjaranya



Dia berbicara bersama keyakinan yang utuh
Dia berjuang dan berkorban di depan kemenangan
Dia berjalan bergandengan dengan kesetiaan
Dia berhenti dan bernafas di atas tanggung jawab
Dia berfikir resiko yang terukur oleh logika
Dia berdiri kuat dan kokoh demi janjinya
Dia itu adalah laki-laki

Laki-laki itu memiliki semua kekuatan yang diharapkan
Laki-laki itu hidup di tengah kedengkian sahabatnya
Laki-laki itu selalu dihabisi oleh rayuan wanita malang
Laki-laki itu adalah pemilik karakter yang sempurna

Karakter itu membuatnya terjebak dalam kotak kegelisahan
Dan kesempurnaan membuatnya berada dalam penjaranya sendiri

Dia memang akan lebih baik jika tinggal bersama kebohongan
namun laki-laki itu selalu melalui jalan yang tidak lebih baik

Dia memilih masuk ke dalam penjara pribadi daripada harus masuk ke dalam penjara tuhan
karena dia masih laki-laki


19:48-12072010-ARYA

Selasa, 06 Juli 2010

Cinta Golangan Putih



Siapa yang tahu mereka sedang mencari pilihan? Siapa yang tahu sebagian dari mereka telah memilih? Siapa yang tahu banyak dari mereka yang sudah mengincar? Siapa yang tahu beberapa dari mereka telah punya pilihan? Dan siapa yang tahu salah satu dari mereka telah yakin? Saya kini tahu.
Apakah yang dipilih tahu siapa saja yang memilihnya? Apakah yang dipilih pantas mereka pilih? Apakah tidak ada pilihan lain? Atau apakah ada paksaan? Anda yang tahu.
Kapan sang pemilih mengenal pilihannya? Kapan sang pemilih menjadi semakin yakin atas pilihannya? Dan kapan pemilih akan menentukan pilihannya? saya akan tahu.
Dimana yang dipilih pernah bertemu yang akan memilihnya? Dan dimana yang dipilih saat para pemilihnya sibuk membicarakannya? Anda lebih tahu
Terakhir, kenapa sang pemilih tetap memilih pilihannya? saya mungkin tahu.
Berbeda dengan saya, saya tidak akan memilih siapapun. Saya tidak akan mengecewakan siapapun dengan kesendirian ini. Ini jalan yang lebih tepat untuk mengukur diri.
Saya tidak akan membuat cerita baru sebelum saya membenarkan pupil mata ini agar lebih jeli, memperbaiki tulang lidah saya agar lebih kaku, membersihakan kotoran yang membatu di dalam telinga agar saya lebih menghargai pendapat orang lain, memotong kedua tangan dan mendonorkannya agar saya tidak lebih sering berbuat dosa, memasung kedua kaki dengan baja agar saya tidak mudah lari dari tanggung jawab, dan menyusun kembali posisi otak yang telah lama berantakkan agar saya kembali punya pikiran positif dan kreatif anak-anak. Setelah itu saya akan segera membuat cerita baru.
Saya memang butuh cinta, tapi tidak memilihnya sekarang. Saya cinta golongan putih. tidak berwarna dan tidak bernoda.
18:18-06082010-ARYA

Selasa, 29 Juni 2010

aku (hanya) bisa


Telinga kiri ku mendengar kata “aku”
kemudian telinga kanan ku mendengar kata “kamu”
lalu ku sebut sebuah kata “kita”

Mata kiri ku melihat “kamu”
lalu mata kanan ku melihat “dia”
lalu ku tulis sebuah kata “kalian”

aku bisa menyebutkan cerita tentang kita
aku hanya bisa menuliskan kisah tentang kalian


15.30-28062010-ARYA

Sia sia



dia lebih dulu melihatnya
dia lebih dulu mendengarnya
dia lebih dulu memegangnya
dia lebih dulu mencicipinya
dia lebih dulu merasakannya
tapi sayang, dia tidak berfikir lebih cepat
semua menjadi sia-sia


19:21-29062010-ARYA