Hidup terasa begitu penuh kejutan. Mondar mandir antara suka dan duka. Tidak sedang berada di sebuah roda berputar atau sedang mendaki gunung. Tapi sedang menjadi peran utama dalam skenario misterius dan unik ciptaan Tuhan. Tetaplah mencari "Benang Merah" dari setiap kisah nyata.

Selasa, 01 September 2009

Energi Yang Maha Dahsyat



Ditengah waktu yang sedang berlari, aku terdiam dengan penuh emosi. Emosi yang menghanyutkan ku dengan pikiran pikiran busuk yang kesana kemari, imajinasi yang melayang layang tanpa arah dan kendali, penyesalan mendalam yang sulit dikubur, egosentris hingga menganggap semua salah dan berdosa, keangkuhan yang baru manusia miliki setelah dewasa, cemburu tanpa logika akan apa saja kelebihan mereka, masalah masalah yang menyulut dendam dan rencana rencana cerdas yang sarat kelicikan.Seluruhnya bercampur dibelakang mata, hidung, mulut, telinga dan kening ku. Semuanya adalah kepuasan manusia yang salah. Dan akan terus salah karena tak pernah puas.

Diujung waktu yang hampir selesai, seseorang menghampiriku. Aku merasakan energi yang luar biasa besar darinya. Energi yang mengalir deras dari auranya hingga menampar-nampar pipi ini. Rasa kagum dan kesakitan menyatu harmonis. Energi itu membawanya masuk kedalam perasaan pertama dan tindakan kedua dari setiap orang yang merasakan energi itu. Dalam dan sulit ditebak apa selanjutnya.

Sampai di titik itu. Aku dan dia berada dalam satu atmosfir yang terbentuk perlahan. Seperti ada yang bertukar antara aku dan dia. Energi. Energi positifnya.

Energi positif yang setiap manusia miliki namun baru ku sadari saat ini. Aku tidak begitu mengenal kepositifan dari suatu energi manusia, bahkan aku lebih mengenal energi negatif yang penuh dengan kelabilan namun sangat berkesan.

Atmosfir itu mengajariku banyak hal tentang energi walaupun nadanya menceritakan. Cerita tanpa suara dan kata. Hanya tatapan mata yang singkat. Namun terikat.

Keterikatan yang kupahami sebagai jawaban perbedaan energi itu. Mengikat ketidakstabilan energi positif dan negatif menjadi kestabilan energi yang maha dahsyat. Kestabilan yang seluruh umat manusia cari. Aku menikmatinya hingga sebelum energiku menjadi labil kembali. Kembali labil saat ia jauh.

Waktu itu pun selesai, saat aku tiba di tempatku bernaung bersama mereka. Seperti biasa aku melihat mereka dengan energi-energi yang sama dengan diriku. Negatif. Aku dan mereka memang lebih sering bertemu dan berpapasan, namun tidak pernah terikat. Ada banyak pertemuan dengan energi yang sama namun tidak pernah akan terikat. Dan keterikatan yang kuat hanya diciptakan oleh energi yang berbeda. Perbedaan itu kunci sebuah ikatan.


01:00-07082009-ARYA

Cukup Basi Untuk Segera Dibuang


Matahari tenggelam perlahan lahan diujung sana. Meninggalkan banyak tanda tanya sebelum ia sempat menyelesaikan jawabannya. Kejadian kejadian yang makin janggal untuk dipercayai begitu saja. Sepertinya otak ini tidak ingin kalah dengan akal busuknya. Sempat untuk berfikir keras, menelusuri, membandingkan, menelaah dan berusaha masuk kedalam pola fikir mereka. penghianat, pendusta dan pembual.

Matahari seolah tak peduli dengan keresahan ini. Ia tetap saja menjauh dari mataku dan membuat dunia semakin gelap. Aku pun tidak tinggal diam, aku berlari mengejar kesempatan yang tersisa. Terlalu banyak kejutan kejutan yang diberikan oleh mereka. Aku selalu terlambat untuk memahami isi dan tujuan hidup mereka yang sempit itu. Telah kusadari ternyata mereka telah berbohong sebelum mereka berkata-kata.

Matahari telah benar benar berada di benua seberang. Dimanakah lagi harus kutemukan arti penting sebuah kejujuran meski itu dari raut wajah. Kejujuran mungkin terlalu sederhana untuk dijelaskan. Namun tidak sulit untuk menjelaskan sebuah kepercayaan. Kepercayaanlah yang melahirkan kesempatan terbesar hidup bagi semua yang memilikinya. Kesempatan untuk berjuang mendapatkan penghargaan. Dan mereka lebih memilih jalan tikus dengan tampil memukau untuk mendapatkan penghargaan.

Matahari pagi yang kutunggu kini. Aku hanya ditemani dengan semua pengakuan dramatis mereka. Pengakuan yang baru tercetus beberapa detik yang lalu dibenak mereka. Dengan senyuman lebar anak busung lapar, dengan cerita cerita menakjubkan dongeng dongeng, dengan cara jalan yang sangat tenang diatas sepatu berduri, dengan pandangan tajam dibalik kaca mata hitam, dengan gaya bicara pedagang ayam, dengan pembawaan luguh meyakinkan dan dengan cara berfikir anak anak yang luar biasa.

Matahari yang indah itu terlihat kembali menerangi apa saja tidak sempat ku raba, kebohongan. Mereka seperti ditelanjangi dengan sejuta tatapan para korban kebohongan mereka. Hal ini bukan kali pertama aku tertinggal matahari untuk menyinari semua kebenaran dan menunggunya pagi hingga datang. Aku sebenarnya bosan harus mengenal mereka kembali, aku bosan dengan semua gaya mereka, aku bosan dengan kebohongan-kebohongan yang mereka lakukan, aku bosan!. Hal ini cukup basi untuk segera dibuang. Bahkan kotak sampahku sudah menumpuk dengan pendahulu mereka. Tidak pernah ada kesempatan kedua untuk penghianat, pendusta, dan pembual. Karena sekali berbohong akan ada kebohongan setelah itu. Tunggu saja bagi anda yang sempat memaafkan mereka.


23:25-20072009-ARYA